<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-773729788234697399</id><updated>2011-04-21T19:22:15.382-07:00</updated><title type='text'>Ternate Majang</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://gambesi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gambesi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ternate Majang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11671305559163167775</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-773729788234697399.post-7433454064267772786</id><published>2007-10-25T08:59:00.001-07:00</published><updated>2007-10-25T09:10:50.275-07:00</updated><title type='text'>Selami Gagasan Dasar UUD 1945 (7/penutup)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2.   Budaya Hukum&lt;br /&gt;Dibanding dengan substansi hukum, budaya hukum merupakan perkara tersulit dalam membangun hukum. Inilah yang sedang dialami oleh kita semua. Masalah utama dalam substansi hukum adalah cara merumuskan suatu pandangan menjadi norma atau kaidah, sedangkan masalah utama dalam budaya hukum justru jauh lebih kompleks. Norma atau kaidah dalam satu pasal memang harus dijadikan patokan perilaku bagi setiap orang. Akan tetapi siapa yang mau bersusah payah mempelajari norma-norma dan kaidah itu. Siapa pula yang mau bersusah payah mengkampanyekan norma-norma itu. Perilaku orang tidak selalu dapat dibentuk melalui jalan paksaan. Apalagi tidak semua undang-undang mengandung sanksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membentuk undang-undang memang merupakan bagian dari budaya hukum. Tetapi mengandalkan undang-undang untuk membangun budaya hukum yang berkarakter tunduk, patuh dan terikat pada norma hukum adalah jalan pikiran yang setengah sesat. Budaya hukum itu bukanlah hukum. Budaya hukum, secara konseptual adalah soal-soal yang ada di luar hukum. Soal-soal itu adalah nilai, orientasi – apa yang dipikirkan - dan mimpi-mimpi orang tentang hukum dalam arti luas. Hukum dalam arti empirik adalah apa yang diperagakan oleh orang-orang yang diberi otoritas oleh negara untuk menjalankan suatu undang-undang. Dalam arti empirik itu pula, hukum mewujud pada tindakan kongkrit yang seirama atau tidak seirama dengan kaidah-kaidah dalam undang-undang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanksi-sanksi tidak selalu dapat dipaksakan. Dalam administrasi negara, pencabutan izin, penurunan pangkat - demosi, dan lainnya memang dapat dipaksakan, tetapi apa sanksinya bila pelayanan oleh sebuah institusi dilakukan secara setengah hati. Apa yang dapat dilakukan kalau misalnya usulan kenaikan pangkat seseorang harus melewati waktu yang begitu panjang? Hilang ayam, dapat berubah menjadi hilang kuda ketika seseorang yang kehilangan ayam membawa perkara itu ke otoritas negara, adalah ungkapan sinis yang sudah sangat akrab di telinga kita. Kalau dapat dibuat ruwet, mengapa harus dibuat mudah, juga sama akrabnya di telinga kita. Kalau dapat nyelonong, mengapa harus beli tiket? Kalau dapat disuap atau dinegosiasi, mengapa harus antri berlama-lama atau harus mengikuti prosedur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara konseptual, budaya hukum menunjuk pada sikap dan tindakan yang nyata-nyata terlihat, tentu merupakan refleksi dari nilai dan orientasi serta harapan yang ada pada seseroang atau kelompok. Karena itu, maka sikap dan tindakan apapun yang dilakukan oleh siapapun, khususnya yang berkaitan dengan hukum, dirumuskan dan diterima sebagai budaya hukum. Jadi dalam arti seperti ini, budaya hukum tidaklah mesti merupakan atau hanya menunjuk perilaku atau sikap yang baik saja atau yang buruk saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap apresiasi terhadap hukum seperti apakah yang harus dibangun dan siapa yang harus berada di garda terdepan untuk membangun apresiasi terhadap hukum? Bila dikembalikan pada gagasan dasar yang terkandung dalam UUD 1945, maka sikap yang harus dibangun atau dikembangkan adalah sikap yang terbuka, hormat menghormati, dan tidak individual. Pilihan terhadap negara hukum sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 1 ayat (3) UUD 1945, yang bermakna negara hukum yang demokratis, mengandung arti bahwa kita telah memilih untuk tunduk dan taat terhadap hukum. Pilihan itu juga berarti bahwa hukum ditempatkan dan dijadikan sebagai aturan main utama dan tertinggi dalam perikehidupan berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara normatif semua warga negara harus berada di garda terdepan dan memikul beban yang sama untuk membangun budaya hukum. Namun, bila dilihat kenyataan, tidak hanya ada di depan kita, melainkan juga di negara lain, bahkan secara konseptual, terasa betul bahwa mimpi-mimpi ini rupanya agak menyesatkan. Sebab faktanya, setiap kelompok dalam lingkungan sosial memiliki nilai, orientasi dan harapan yang berbeda-beda. Karena itu berbeda pula sikap dan perilaku mereka dalam memberikan apresiasi terhadap hukum. Selalu saja ada alasan yang dapat digunakan untuk membenarkan sikap yang mereka pilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari sudut sosiologi hukum, seseorang atau sekelompok orang mau tunduk pada hukum, karena merasa beruntung dengan aturan tersebut. Begitu sebaliknya, tatkala mereka merasa tidak memiliki keuntungan apapun dari aturan itu, maka mereka tidak akan mendukung aturan tersebut. Hal semacam ini selalu dapat ditemukan di manapun. Mendukung satu putusan pengadilan, atau sebaliknya mencemoh putusan tersebut juga dapat dikembalikan pada tesis ini. Namun sejauh hal itu hanya merupakan pendapat, tentu harus diterima. Sebaliknya, dalam bentuk apapun sikap yang ditampilkan, anarkis atau tidak, tetap harus dilihat dan diterima sebagai budaya hukum kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup sering orang menyebut-nyebut budaya hukum Cina dan Jepang, bahkan Amerika Serikat sebagai contoh budaya hukum yang baik. Cina dibanggakan karena memiliki tradisi Konfusiaisme yang kuat. Jepang selain dipengaruhi budaya konfusiaisme, juga memiliki tradisi kekeluargaan yang bagus. Amerika juga demikian, dianggap bagus karena memiliki tradisi individualisme yang kokoh. Padahal kalau harus diungkap secara apa adanya, akan ditemukan fakta yang cukup telak memukul validitas tesis-tesis tersebut. Bukan hanya dalam film-film, melainkan dalam kajian krimonlogi terungkap jelas bahwa di negara-negara itu juga tumbuh subur kelompok gangster.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sedikit pelanggaraan hukum berat yang pelakunya tidak tersentuh, karena berada pada strata politik tertinggi, Kalaupun disentuh pasti hanya merupakan sentuhan penuh kompromi. Pembunuhan John F. Kenedy misalnya hingga saat ini tak terungkap dengan terbuka. Kasus Monica Lewinsky dan Paula Johnes juga kabur. Itulah sekelumit wajah budaya hukum Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya hukum, bukanlah sesuatu yang mudah digambarkan dan dinilai, apalagi penilaian yang bersifat final. Kenyataan, betapapun paradoksnya, itulah budaya hukum suatu lingkungan sosial. Menghargai atau tidak menghargai hukum, itulah budaya hukum. Karena itu maka membicarakan budaya hukum, mau tidak mau harus berurusan dengan kenyataan yang berkaitan dengan perilaku orang, bukan sesuatu yang ada di langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan semakin gawat kalau berkembang dalam pikiran orang dan menjadi keyakinan mereka bahwa hukum hanyalah apa yang tertera dalam undang-undang. Sama gawatnya dengan cara pandang tersebut, pandangan bahwa hukum terisolasi dari lingkungan sosial. Kalau sudah demikian halnya, maka akan hancurlah ruh hukum itu. Hilanglah pula sensisitifitas mereka terhadap nilai-nilai, kaidah dan tata krama sosial. Hasilnya adalah kepatuhan terhadap hukum semata-mata menjadi patuh pada teks undang-undang, bukan pada kaidah-kaidah sosial. Padahal ruang sosiallah yang menjadi napas hukum. Tanpa ruang sosial, hukum akan memiliki nilai nominal dan semantik belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas segala-galanya, akan indah dan menggembirakan sekali kalau penyelenggara negara, politisi, tokoh masyarakat berada di garda terdepan memimpin perilaku yang dapat dijadikan teladan dan panutan dalam menghargai, tunduk serta patuh pada hukum. Inilah makna lain dari pasal-pasal Magna Charta 1215, yang dipatrikan kembali 5 abad kemudian di dalam konstitusi Amerika Serikat. Good behaviour, itulah kriteria masa jabatan Hakim Agung di Amerika Serikat. Dapatkah kita seperti itu dalam arti yang seluas-luasnya? Wallahu alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penutup &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilema dalam pembangunan hukum terletak pada penyelerasan obyeknya itu sendiri, yaitu hukum, dengan makna-makna dalam gagasan dasar UUD 1945. Apa yang dahulu disebut cita hukum, bukanlah suatu harapan yang terbatas pada membangun hukum, melainkan membangun kehidupan yang adil dan beradab. Tetapi maknanya sebagai identitas suatu bangsa, simbol ideal dalam perikehidupan yang beradab dan bermartabat, maka postur substantifnya, selain harus memiliki pijakan konstitusional dan kultural, harus pula menjamin ketersediaan ruang bagi perkembangan -perkembangan baru. Ini berarti hukum yang dibentuk haruslah berwatak progresif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengatur kehidupan dengan mengandalkan hukum – baca undang-undang, bukan hanya mencerminkan inkonsistensi pemahaman atas makna sosial yang melekat dalam hukum, melainkan juga sesat. Gagasan dasar dalam UUD, harus ditafsirkan tidak hanya sebatas makna normatifnya, melainkan juga makna politik dan transformasi sosial, sehingga pembentukan hukum harus diarahkan untuk menghasilkan tatanan hukum yang bermartabat, dan yang mengabdi pada kemuliaan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya tidak berlebihan kalau pembangunan hukum diprioritaskan pada dua hal. Pertama, substansi dan aparaturnya. Kedua, budaya hukum atau aspek kulturalnya. Di tangan aparatur hukum yang hebat, baik yang berasal dari departemen maupun para politisi di DPR, ke depan kita dapat merencanakan undang-undang yang berwatak progresif. Undang-undang yang berwatak progresif memerlukan penanganan yang berwatak progresif pula. Aparatur yang berwatak progresif adalah aparatur yang mengenal makna dan hakikat UUD, dan denyut nadi kehidupan nyata. *****&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/773729788234697399-7433454064267772786?l=gambesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gambesi.blogspot.com/feeds/7433454064267772786/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=773729788234697399&amp;postID=7433454064267772786' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/7433454064267772786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/7433454064267772786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gambesi.blogspot.com/2007/10/selami-gagasan-dasar-uud-1945-6penutup.html' title='Selami Gagasan Dasar UUD 1945 (7/penutup)'/><author><name>Ternate Majang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11671305559163167775</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-773729788234697399.post-4400702228101767754</id><published>2007-10-25T08:57:00.000-07:00</published><updated>2007-10-25T09:07:41.477-07:00</updated><title type='text'>Selami Gagasan Dasar UUD 1945 (6)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Khusus tentang studi banding, menurut saya tidak selalu bersifat urgen dan tepat, tetapi juga tidak selalu keliru. Masalahnya adalah aspek-aspek apa yang mau dibandingkan atau dipelajari? Substansinya atau prosedurnya yang mau dipelajari? Pantas juga untuk dipertimbangkan bahwa netralitas yang oleh kaum positifis dianggap menjadi salah satu ciri hukum modern, kenyataannya tidak selalu demikian. Studi-studi hukum kritis yang mulai bergelora sejak tahun 1960-an, menunjukan bahwa tidak pernah ada hukum yang benar-benar netral. Sistem hukum dimanapun selalu menyediakan ruang bagi kelompok-kelompok tertentu untuk melobi para pembentuk UU, agar undang-undang yang sedang dibentuk menguntungkan kelompok mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah bahwa substansi hukum bukanlah sesuatu yang mudah direncanakan, bahkan hal ini dapat dianggap sebagai perkara yang sangat sulit. Namun bukan karena kesulitan itulah sehingga substansi hukum perlu direncanakan, melainkan substansi hukum juga sangat tergantung pada bidang apakah yang hendak diatur. Perlu pula diperhatikan perkembangan sosial, ekonomi dan politik, termasuk perkembangan-perkembangan di tingkat global yang semuanya sulit diprediksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap politik yang paling pantas untuk diambil adalah meletakan atau menggariskan prinsip-prinsip pengembangannya. Sebatas inilah blue printnya. Untuk itu maka gagasan dasar yang terdapat dalam UUD 1945 itulah yang harus dijadikan prinsip-prinsip atau parameter dalam pembentukan undang-undang apa saja. Kesetaraan antarlembaga negara, hubungan yang bersifat demokratis antara pemerintah pusat dengan daerah, hak asasi manusia yang meliputi hak-hak sosial, ekonomi, hukum, dan pembangunan harus dijadikan sumber sekaligus parameter dalam menguji subtansi RUU atau UU yang akan dibentuk. Untuk dapat menguji dengan baik, maka gagasan-gagasan di atas harus dielaborasi lebih dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, hak asasi manusia yang diatur dalam UUD. Tidak tepat kalau hak asasi manusia diinterpretasi sesuai dengan faham konstitusionalisme klasik yang menekankan pada hak-hak individu di bidang politik. Interpretasi atas hak asasi manusia, haruslah dikaitkan dengan Pasal-pasal 27, 31, 33 dan 34, bahkan dengan Pasal 18B ayat (2). Elaborasi atas sebagian dari pasal-pasal ini telah diajukan di muka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaitan antara Pasal 27, 28, 33 dan 34 UUD 1945 (setelah diubah), memunculkan gagasan bahwa ruang pemodal swasta apalagi asing yang sepantasnya harus dibatasi dalam bidang perbankan misalnya, tidak tepat kalau pemodal asing menguasai modal bank dalam jumlah 90%. Semua ekonom sangat faham bahwa bank memainkan peranan yang demikian sentral dalam menentukan kondisi perekonomian nasional. Penguasaan modal oleh pihak asing terhadap bank, akan mengakibatkan perekonomian kita benar-benar berada dalam genggaman mereka. Akan sulit bagi kita untuk membebani misi penataan orde ekonomi yang digariskan dalam Pasal 33 UUD 1945 kepada mereka. Karena itulah maka undang-undang yang tidak mengatur pembatasan penguasaan modal oleh pihak asing, bagi saya harus dinilai sebagai undang-undang yang bertentangan dengan UUD 1945, khususnya pasal yang telah disebut di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber daya alam kita misalnya, tidak dapat dieksploitasi semau negara, karena negara diwajiban untuk menjamin lingkungan hidup yang baik bagi setiap individu. Terminologi mendapatkan lingkungan hidup yang baik sebagaimana diatur dalam pasal 28H ayat (2) haruslah diartikan bahwa negara diwajibkan untuk menyediakan lingkungan hidup yang sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan martabat manusia. Bila undang-undang ini tidak mengatur parameter-parameter pengelolaan lingkungan hidup, maka undang-undang tersebut dapat dinyatakan inkonstitusional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terasa ada kesulitan untuk menerima tesis global tentang uang sebagai barang tak bertuan dan berbatas, bahkan tak beridiologi. Kalau bukan karena prinsip liberalisme yang begitu kokoh dan tangguh dianut oleh negara-negara barat, pastilah uang tidak akan berkembang biak dan menjalar kemana-mana menembus batas-batas negara. VOC adalah sebuah korporasi yang menyengsarakan kaum bumi putra di masa lalu. Kekayaan kita dilihat sebagai tambang uang yang tak terkira. Karena itulah maka Twede Chammer Belanda mensyahkan Agrarische Wet pada tahun 1870. Undang-Undang ini membuka pintu masuknya modal swasta Belanda ke Hindia Belanda. Apa yang terjadi kemudian? Tanah-tanah dikuasai oleh mereka dengan seribu satu alasan. Lalu kaum bumi putra? Buruh tani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapapun pentingnya substansi hukum, saya ingin mengajukan satu gagasan agar pembangunan hukum juga difokuskan pada pembangunan aparatur hukum yang tangguh. Kelemahan kunci dalam pembangunan hukum selama ini adalah kurang tangguhnya aparatur hukum. Padahal di tangan aparatur hukumlah wajah hukum itu ditentukan. Di sinilah letak urgensinya pengembangan aparatur hukum yang tangguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;POLRI sudah bergerak ke arah penyelarasan tampilan dengan klaim UUD 1945. Pemberian sanksi dan promosi sejumlah anggota Polisi pada Desember 2006 tentu menggembirakan. Di sisi lain akan sangat bagus sekali kalau Mahkamah Agung juga mengikuti jejak langkah POLRI. Manis pula kalau Kejaksaan Agung juga melipat-gandakan pengawasannya, diikuti dengan pemberian sanksi dan penghargaan yang baik, sebagaimana sudah ditunjukan secara parsial beberapa bulan yang lalu. Agar hasilnya semakin bagus pada masa yang akan datang, maka selain dibutuhkan blue print yang bagus, dibutuhkan kepemimpinan yang bagus pula. Hanya di tangan kepemimpinan yang kuatlah kita dapat menggantungkan harapan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai catatan akhir dari bagian ini, ingin dikemukakan sebuah sintesa antara pemikiran yang digariskan di muka dengan substansi hukum. Substansi hukum yang pantas untuk dibangun di masa depan adalah hukum yang berpihak pada martabat manusia dan demokratis, karena itu substansi hukum tidak boleh memiliki potensi menguntungkan satu kelompok tertentu, siapapun dia. Harus pula dicegah terbentuknya substansi hukum yang bersifat koruptif. Inilah tugas bersama yang menyertai kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapapun sulitnya mengusahakan semua hal yang telah dikemukakan, saya berpendapat bahwa ada harapan untuk memcapai semua itu. Mahkamah Konstitusilah satu-satunya harapan yang patut digantungkan untuk mengontrol substansi hukum yang bersifat korup. Uji konstitusionalitas suatu undang-undang, secara sosiologis dimaksudkan untuk mengoreksi dimensi koruptif dalam undang-undang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimensi koruptif dalam setiap undang-undang dapat berupa memberikan keuntungan kepada kelompok tertentu, dan merugikan kelompok lain. Di situ pulalah ruh Mahkamah Konstitusi. Dengan demikian, maka ruh hukum, yakni mengabdi pada harkat dan martabat manusia, bahkan kemuliaan manusia, terkawal melalui mekanisme koreksi yang disediakan dalam sistem hukum pasca amandemen UUD 1945.***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/773729788234697399-4400702228101767754?l=gambesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gambesi.blogspot.com/feeds/4400702228101767754/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=773729788234697399&amp;postID=4400702228101767754' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/4400702228101767754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/4400702228101767754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gambesi.blogspot.com/2007/10/selami-gagasan-dasar-uud-1945-5_25.html' title='Selami Gagasan Dasar UUD 1945 (6)'/><author><name>Ternate Majang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11671305559163167775</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-773729788234697399.post-5006679110389923500</id><published>2007-10-25T08:56:00.000-07:00</published><updated>2007-10-25T08:57:00.939-07:00</updated><title type='text'>Selami Gagasan Dasar UUD 1945 (5)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dua Aspek Penting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Substansi Hukum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan hukum merupakan suatu tindakan politik, bukan hukum. Pembangunan hukum bukanlah pembangunan undang-undang, apalagi jumlah dan jenis undang-undang. Pembangunan hukum pun bukanlah hukum dalam arti positif. Sebagai satu tindakan politik, maka pembangunan hukum sedikit banyaknya akan bergantung pada kesungguhan aktor-aktor politik. Merekalah yang memegang kendali dalam menentukan arahnya, begitu juga corak dan materinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari para politisilah lahir berbagai macam undang-undang. Secara formal kelembagaan, DPR berada di jantung utama pembentukan hukum. Dari mereka inilah ide-ide sosial, ekonomi politik dibentuk dan atau diformulasi secara normatif menjadi kaidah hukum. Apa jadinya kalau mereka tidak peduli pada makna-makna yang terkandung dalam UUD 1945. Apa jadinya kalau hasil studi banding mereka, tidak lagi diharmoniskan dengan makna-makna UUD 1945?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arah pembangunan hukum bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan arah pembangunan di bidang lainnya memerlukan penyerasian. Betapapun arah pembangunan hukum bertitik tolak pada garis-garis besar gagasan dalam UUD 1945, dibutuhkan penyelarasan dengan tingkat perkembangan masyarakat yang dimimpikan akan tercipta pada masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan hukum tidak identik dan tidak boleh diidentikan dengan pembangunan undang-undang atau peraturan perundangan menurut istilah yang lazim digunakan di Indonesia. Membentuk undang-undang sebanyak-banyaknya, tidaklah berarti sama dengan membentuk hukum. Negara hukum bukanlah negara undang-undang. Pembentukan undang-undang hanya bermakna pembentukan norma hukum. Padahal tatanan sosial, ekonomi budaya, dan politik bukanlah tatanan normatif semata. Karena itulah maka diperlukan ruh tertentu agar tatanan tersebut memiliki kapasitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Norma hukum hanya merupakan salah satu bagian kecil dari kehidupan hukum. Meminjam konsep Lawrence Friedman, norma hukum adalah aspek subtansial hukum. Di samping substansi hukum terdapat struktur dan kultur hukum. Struktur merujuk pada institusi pembentukan dan pelaksana hukum (penegak hukum) dan kultur hukum yang merujuk pada nilai, orientasi dan harapan atau mimpi-mimpi orang tentang hukum. Hal yang terakhir ini dapat disamakan dengan secondary rules yang dikonsepkan oleh H. A. L Hart. Esensinya sama, yaitu nilai-nilai, orientasi dan mimpi orang tentang hukum atau hal-hal yang berada di luar norma hukum positif model Hart, memainkan peranan yang amat menentukan bagi kapasitas hukum  positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aparatur dan kultur hukumlah yang harus dijadikan fokus pembangunan hukum. Ini berarti pula bahwa pembentukan, tata kelola, tata nilai, orientasi dan mimpi-mimpi orang tentang hukum harus menjadi prioritas utama. Walaupun norma-norma hukum yang terdapat dalam setiap undang-undang secara positif dianggap merupakan panduan nilai dan orientasi dari setiap orang, akan tetapi secara empiris selalu saja terlihat ada cacat celahnya. Perilaku orang tidak selalu sejalan dengan norma-norma yang ada dalam undang-undang. Penyebabnya sangat beragam. Satu di antaranya adalah norma itu tidak sejalan dengan orientasi dan mimpi mereka. Itu sebabnya sebagian ahli hukum mengatakan bahwa kehidupan hukum lebih merupakan sebuah mitos, bahkan kepastian dan kemanfaatan hukum hanyalah mitos yang indah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar hukum  memiliki kapasitas yang layak dan tata kelolanya berjalan bagus, maka perlu pula mempertimbangkan penilaian Presiden B.J. Habibie. Presiden B.J. Habibie secara tepat memandang aspek sarana pendukung, termasuk teknologi sebagai bagian yang tidak kalah pentingnya bagi pembangunan hukum. Pelayanan hukum macam apakah yang akan diberikan kepada pencari keadilan, atau perlindungan hukum macam apakah yang harus diberikan kepada masyarakat di daerah terpencil, bila  Polres atau Polsek tidak memiliki kendaraan?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan tata kelola hukum, khususnya menyangkut perencanaan substansi hukum, kenyataan menunjukan bahwa Rancangan Undang-Undang sangat sering datang dari setiap Departemen atau Komisi, tergantung departemen mana yang memprakarsai pembentukannya. Semuanya bermuara di DPR. Sesuai dengan kelaziman, memang harus dipercaya bahwa gagasan-gagasan yang tertuang dalam RUU pasti telah melalui tahapan pembahasan internal institusi yang memprakarsainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan juga menunjukan bahwa pembentukan suatu RUU sangat sering didahului dengan studi banding ke berbagai negara. Kajian terhadap substansi RUU pun selalu melibatkan kalangan ahli, baik hukum maupun non hukum. Hal ini tentu merupakan sesuatu yang baik dan pantas untuk dipertahankan, bahkan dikembangkan lebih jauh pada masa-masa yang akan datang. Sebab pada level ini banyak hal dapat dilakukan, misalnya memetakan ketentuan-ketentuan hukum positif, yang, bila tidak dilakukan akan mengakibatkan terjadinya disharmoni tatkala RUU akan ditingkatkan menjadi UU.***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/773729788234697399-5006679110389923500?l=gambesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gambesi.blogspot.com/feeds/5006679110389923500/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=773729788234697399&amp;postID=5006679110389923500' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/5006679110389923500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/5006679110389923500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gambesi.blogspot.com/2007/10/selami-gagasan-dasar-uud-1945-5.html' title='Selami Gagasan Dasar UUD 1945 (5)'/><author><name>Ternate Majang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11671305559163167775</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-773729788234697399.post-7403226033627324927</id><published>2007-10-25T08:52:00.000-07:00</published><updated>2007-10-25T08:55:22.789-07:00</updated><title type='text'>Selami Gagasan Dasar UUD 1945 (4)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hilangnya watak individualistis dalam rumusan hak asasi manusia yang terdapat pada pasal 28A sampai dengan pasal 28J UUD 1945, sangat terasa bila dihubungkan dengan pasal 27 ayat (2), Pasal 33 dan 34. Penghidupan yang layak bagi kemanusiaan mengandung arti bahwa setiap individu tidak memliki keleluasaan untuk memilih pekerjaan yang disenanginya dengan alasan merupakan hak asasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan yang dipilih dan dilakukan haruslah pekerjaan yang selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan. Kelayakan pekerjaan harus diukur berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan. Perbudakan tentu bukan pekerjaan yang layak bagi kemanusiaan. Penjualan manusia, juga bukan pekerjaan yang layak bagi kemanusiaan. Karena itulah, maka negara harus mengambil peran secara aktif untuk menyediakan lapangan pekerjaan yang layak bagi kemanusiaan.&lt;br /&gt; &lt;/div&gt; &lt;br /&gt;Masuknya negara ke dalam setiap usaha untuk menciptakan keadaan penghidupan yang layak merupakan suatu kewajiban konstitusional. Penyelenggara negara tidak boleh berdiam diri dalam situasi apapun. Inilah yang membedakan konsep konstitusionalisme klasik, yang menempatkan negara sebagai penjaga malam demi kebebasan manusia agar mereka - setiap individu -  mengusahakan sendiri kesejahteraannya, tidak lagi berlaku seiring dengan munculnya konsep konstitusionalisme mutakhir yang mulai berkembang sejak pertengahan abad ke 19.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Pasal 33 UUD 1945 mengandung gagasan dasar dan atau kaidah, bahwa keadaan ekonomi tidak boleh dibiarkan berkembang sendiri menurut hukum pasar. Bila Pasal 33 ini diinterpetasi, baik secara gramatikal maupun sistematis, maka gagasan yang terdapat dalam pasal ini adalah tata ekonomi harus diatur oleh negara. Kata-kata perekonomian yang terdapat pada awal kalimat rumusan Pasal 33 ayat (1) mengandung arti bahwa orde ekonomi tidak boleh dibiarkan tercipta sesuai dengan gerak ekonomi itu sendiri. Orde ekonomi harus ditata oleh negara.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Watak orde ekonomi yang harus dikembangkan adalah saling membesarkan atau mengangkat. Watak ini haruslah dipandu dengan prinsip bahwa pengakuan terhadap hak-hak sosial, ekonomi, politik, hukum, dan pembangunan. Tujunnya adalah agar sesama individu mengembangkan sikap saling membantu. Di sisi lain pengakuan ini juga mengandung arti bahwa negara tidak boleh mengabaikan sedikitpun hak-hak individu yang telah diakui, untuk dan atas nama kepentingan apapun.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Watak orde ekonomi di atas harus dipelihara dan dikembangkan secara sungguh-sungguh, sehingga memiliki kapasitas dalam mencegah lahirnya fakir miskin. Semangat Pasal 34 UUD 1945 adalah kelompok manusia ini – fakir miskin harus dipelihara oleh negara. Kewajiban ini akan hilang bila tidak ada lagi orang yang berkategori fakir miskin. Karena itu, maka harus diciptakan orde ekonomi, bahkan orde sosial, hukum dan sosial yang memungkinkan semua orang memperoleh kesempatan untuk berkerja secara layak, dan berpendapatan secara layak pula demi mengangkat harkat dan martabatnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Semangat konstitusionalisme mutakhir juga tercermin pada ketentuan-ketentuan yang mewajibkan negara untuk mengembangkan suatu sistem jaminan sosial. Sistem ini telah lama berkembang di Inggris, Perancis dan Jerman, sekurang-kurangnya setelah perang dunia kedua. Padahal dari Inggris dan Perancis lah lahir konstitusionalisme klasik yang menekankan pada hak-hak individu di bidang politik. Karena teks Pasal 34 ayat (3) menggunakan kata “Sistem” maka penyelenggara negara diwajibkan untuk membangun tatanan jaminan sosial itu. Penyelenggara negara pun diwajibkan untuk menyediakan fasilitas kesehatan dan fasilitas pelayanan umum lainnya. Kewajiban ini digariskan secara jelas dan tegas dalam Pasal 34 ayat (4) UUD 1945 (setelah diubah).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  Dihubungkan dengan Pasal 18B ayat (2) maka watak modernitas konstitusonalisme Indonesia pasca amandemen UUD 1945, memesankan terbentuknya tatanan hukum yang memungkinkan tumbuhnya pluralitas hukum, bukan tatanan hukum yang monolitik dan sentralistik, sebagaimana dipraktikan pada masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tata hukum yang berwatak pluralitas itu, dimungkinkan hukum adat, agama, dan praktik-praktik penyelesaian konflik yang telah terlembagakan dalam setiap lingkungan sosial, tetap eksis dan menginspirasi pembangunan hukum. Hukum dalam arti itu, tidak hanya terbatas pada apa yang dilahirkan dan dibentuk oleh negara, melainkan mencakup apa yang diyakini dan eksis di dalam kehidupan masyarakat.  ***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/773729788234697399-7403226033627324927?l=gambesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gambesi.blogspot.com/feeds/7403226033627324927/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=773729788234697399&amp;postID=7403226033627324927' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/7403226033627324927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/7403226033627324927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gambesi.blogspot.com/2007/10/selami-gagasan-dasar-uud-1945-4.html' title='Selami Gagasan Dasar UUD 1945 (4)'/><author><name>Ternate Majang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11671305559163167775</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-773729788234697399.post-656665961971118574</id><published>2007-10-25T08:49:00.000-07:00</published><updated>2007-10-25T08:50:42.764-07:00</updated><title type='text'>Selami Gagasan Dasar UUD 1945 (3)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Distribusi kekuasaan secara horizontal dilakukan secara tumpang tindih itu, ditandai dengan Presiden  memperoleh sedikit kekuasaan legislatif. Kongres juga demikian, diberikan sedikit kekuasaan eksekutif.  Mahkamah Agung juga demikian, diberi sedikit kewenangan untuk ikut serta masuk dalam permainan dua cabang kekuasaan.  Presiden diberi kewenangan untuk mengangkat duta, pejabat-pejabat tertentu, tetapi harus dikonfirmasi, bahkan ada yang memerlukan persetujuan dari Senat. Senat dengan demikian memiliki sedikit kewenangan yang sesungguhnya merupakan kewenangan eksekutif. Presiden memiliki kewenangan untuk memberi pengampunan, tetapi Mahkamah Agung juga diberikan sedikit kewenangan dalam soal ini. Bentuknya adalah memberi pertimbangan tertulis. Kongres, khususnya House of Representative diberikan kekuasaan melaksanakan kekuasaan legislatif, tetapi Presiden diberi sedikit kewenangan, veto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan antara pemerintah Federal dengan negara-negara bagian adalah hubungan hukum. Bentuk hubungannya adalah hubungan keuangan dan kewenangan. Bentuk hubungan ini berbasis pada cara pandang bahwa area kekuasaan berada di daerah atau di negara  bagian. Tesis ini merupakan abstraksi dari kenyataan sebelum kemerdekaan bahwa negara-negara bagian merupakan daerah-daerah yang bersifat otonom. Sejak kolonialisme Inggris daerah-daerah telah terbiasa mengurus dirinya sendiri secara mandiri, dan tidak tunduk pada satu pemerintahan pusat, kecuali pemerintah jajahan. Kenyataan tentang kemandiriannya ini pulalah yang menjadi salah satu alasan mengapa para perumus UUD membentuk lembaga Senat yang dimaksudkan untuk menjamin kepentingan wilayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit memiliki kemiripan dengan Indonesia, latar belakang sosiologis pembentukan UUD Amerika diwarnai dengan ketidak-adilan pemerintahan jajahan. Para perumus UUD mereka mengenal betul akibat buruk yang ditimbulkan dalam penyelenggaraan pemerintahan jajahan. Inilah yang mengilhami, sekaligus menyadarkan mereka untuk merancang bentuk pemerintahan dan distribusi kekuasaan yang masih berlaku hingga saat ini.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UUD 1945 (setelah diubah) cukup tegas mematrikan hal yang memiliki kemiripan relatif dengan jalan pikiran pembentuk UUD Amerika Serikat, sekurang-kurangnya dengan UUD lain, misalnya Philipina. Padahal pada tahun 1945 dalam sidang PPKI hal-hal ini ditolak oleh para pembentuk UUD, karena dianggap bersifat liberal. Liberalisme dianggap merupakan anak kandung individualisme, dan keduanya merupakan ibu kandung dari imprialisme yang menyengsarakan rakyat bumi putra selama berabad-abad lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diadopsinya sebagian besar pemikiran yang pernah ditolak pada masa lalu tidaklah berarti bahwa gagasan dasar UUD 11945 (setelah diubah) adalah individualistis. Menurut saya gagasan dasar UUD 1945 ini adalah kesejahteraan rakyat. Kesejahteraan rakyat merupakan ciri  konstitusionalisme mutakhir, sekaligus menjadi fundasi etik dari seluruh pembentukan negara modern. Kalau ada yang mengatakan bahwa UUD 1945 (setelah diubah) berwatak liberal, karena adanya pengakuan terhadap hak-hak individu, menurut saya watak individualistis terkikis oleh  pengakuan terhadap hak individu di bidang sosial, ekonomi, hukum dan pembangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari sudut ini, maka menurut saya formulasi hak-hak asasi manusia yang terdapat dalam pasal 28A sampai dengan Pasal 28J, benar-benar jauh dari watak hak asasi yang bersifat individualistis.***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/773729788234697399-656665961971118574?l=gambesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gambesi.blogspot.com/feeds/656665961971118574/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=773729788234697399&amp;postID=656665961971118574' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/656665961971118574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/656665961971118574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gambesi.blogspot.com/2007/10/selami-gagasan-dasar-uud-1945-3.html' title='Selami Gagasan Dasar UUD 1945 (3)'/><author><name>Ternate Majang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11671305559163167775</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-773729788234697399.post-7627605887966848724</id><published>2007-10-25T08:44:00.000-07:00</published><updated>2007-10-25T08:45:14.982-07:00</updated><title type='text'>Selami Gagasan Dasar UUD 1945 (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;UUD sebagai hukum tertinggi dan berfungsi sebagai sumber hukum tertinggi, sekaligus kerangka dasar pengorganisasian kekuasaan negara dan pembangunan. Menyandang fungsi sebagai kerangka dasar pengorganisasian kekuasaan dan pembangunan, UUD di negara manapun selalu berisi garis-garis besar yang bersifat fundamental tentang haluan pembangunan bangsa dan negara yang harus ditempuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai sifatnya, sistem hukum selalu ditandai dengan adanya sub-sistem hukum. Tanpa subsistem hukum, tidak akan ada sistem hukum. Tanpa UUD sebagai titik tolaknya, maka sistem hukum tidak akan memiliki arah dan kapasitas. Subsistem hukum merupakan sesuatu yang terus-menerus berproses, berbanding lurus dengan dinamika sosial, politik dan ekonomi masyarakat, sehingga terlalu riskan membiarkannya berproses sendiri. Karena itulah, maka  negara melalui organ-organnya harus masuk dan merekayasanya, agar menghasilkan suatu orde hukum yang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagasan-gagasan baru yang terdapat dalam UUD 1945, khususnya pembatasan kekuasaan Presiden, penghapusan kedudukan MPR sebagai lembaga tertinggi negara, dan pengaturan mengenai hak asasi manusia, pelembagaan gagasan judicial review serta pergeseran konsep pemerintahan daerah, yang di dalamnya menegaskan pengakuan terhadap eksistensi masyarakat hukum adat, menurut saya hal itu menandai paradigma UUD 1945. Paradigmanya adalah konstitusionalisme modern, yang berbeda dengan konstitusionalisme klasik yang hanya menekankan hak-hak individu dibidang politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah konstitusionalisme menunjukan bahwa pengakuan terhadap hak individu menjadi titik tolak pertumbuhan awal konstitusionalisme – klasik untuk merestorasi kekuasaan absolut. Inilah ciri konstitusionalisme awal atau abad 13. Dalam perkembangan selanjutnya, terutama pertengahan abad ke 17 ciri ini mengalami perluasan, meliputi  pengorganisasian kekuasaan. Konsep kekuasaan eksekutif, legislatif, yudikatif dan federatif versi John Locke, yang selanjutnya dikembangkan oleh Montesqieu harus dilihat dalam konteks ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep Montesqieu untuk pertama kalinya diterapkan secara luwes dalam UUD Amerika Serikat. Inilah periode paling kongkrit dalam pertumbuhan konstitusionalisme modern, karena prinsip-prinsipnya dilembagakan secara tegas dalam UUD. Thomas Jefferson, John Jay, Alexander Hamilton, dan beberapa perumus UUD Amerika Serikat lainnya berjasa dalam hal ini. Check and Balances yang untuk pertama kalinya pula dikembangkan di Amerika Serikat, merupakan elaborasi gemilang para perumus UUD mereka. Tujuan intinya adalah  untuk dan demi mengontrol penggunaan kekuasaan, agar penguasa tidak bertindak sewenang-wenang. Kesewenang-wenangan dinilai sebagai pangkal rusaknya keadilan. Inilah tesis dasar Montesqieu dalam teori yang terkenal itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertolak dari tesis Check and Balances, mereka merumuskan kedudukan dan wewenang dari ketiga cabang kekuasaan secara tumpang tindih. Esensinya adalah mencegah terjadinya kesewenang-wenangan penguasa. Bila dirumuskan secara terbalik, maka hubungan antarcabang kekuasaan di Amerika Serikat hingga saat ini dianggap rumit dan tumpang tindih itu, adalah cara untuk menjamin hak individu. Bentuk Negara Serikat juga dianggap sebagai cara terbaik dalam memelihara eksistensi hak-hak individu. Rumusan hubungan antarkekuasaan seperti inilah yang dianggap ideal, karena  tidak memungkinkan satu lembaga pun berkedudukan lebih tinggi dari lembaga lainnya. Semua lembaga negara berkedudukan sejajar.***&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/773729788234697399-7627605887966848724?l=gambesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gambesi.blogspot.com/feeds/7627605887966848724/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=773729788234697399&amp;postID=7627605887966848724' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/7627605887966848724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/7627605887966848724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gambesi.blogspot.com/2007/10/selami-gagasan-dasar-uud-1945-2.html' title='Selami Gagasan Dasar UUD 1945 (2)'/><author><name>Ternate Majang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11671305559163167775</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-773729788234697399.post-223505042740511795</id><published>2007-10-25T08:38:00.001-07:00</published><updated>2007-10-25T08:43:14.658-07:00</updated><title type='text'>Arah Pemikiran Pembangunan Hukum Pasca Perubahan UUD 1945 (1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Margarito Kamis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Doktor dalam Ilmu Hukum, bidang Hukum Tata Negara dan Dosen pada Fakultas Hukum Universitas Khairun Ternate&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;Reformasi, di manapun selalu diawali dengan merombak tatanan hukum lama yang tidak adil atau diskriminatif. Itulah yang dilakukan di seluruh negara, yang diawali dari Inggris pada 1688, Amerika 1787, dan Perancis 1789. Di manapun reformasi juga selalu menyisakan  sekelumit paradoks. Karena itu, apa yang dilakukan oleh MPR pada tahun 1998 dan 1999 mencerminkan bahwa mereka mengetahui benar hakikat reformasi. Mereka mulai dengan menata kebobrokan tatanan masa lalu dari jantungnya hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang dituangkan ke dalam ketetapan-ketetapan mereka. Terdapat lima ketetapan yang dapat diklasifikasi sebagai ketetapan yang mengagumkan pada Sidang Istimewa MPR pada tahun 1998. Pertama, Ketetapan MPR Nomor XI/MPR/1998 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Kedua, Ketetapan MPR Nomor XIII/MPR/1998 tentang Pembatasan Masa Jabatan Presiden dan Wakil Presiden. Ketiga, Ketetapan MPR Nomor XV/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Otonomi Daerah; Pengaturan, Pembagian, dan Pemanfaatan Sumberdaya Nasional yang Berkeadilan serta Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah Dalam Kerangka Negara Kesatuan Indonesia. Keempat, Ketetapan MPR RI Nomor XVI/MPR/1998 tentang Politiik Ekonomi Dalam Rangka Demokrasi Ekonomi. Kelima, Ketetapan MPR RI Nomor XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun setelah itu, MPR hasil pemilu 1999 berketetapan melakukan perubahan terhadap UUD 1945. Perubahan ini memiliki nilai dan makna  yang sangat dalam  bagi kelangsungan bangsa dan negara.  Mengapa? UUD 1945 (sebelum diubah), jelas tidak menyediakan kerangka konstitusional yang diperlukan bagi pengembangan tatanan sosial, ekonomi, hukum, politik dan pemerintahan yang berwatak adil, beradab dan bermartabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memahami semua yang dilakukan oleh MPR pada dua periode tersebut dari sudut paham konstitusionalisme mutakhir, terdapat dua hal yang tidak dapat diabaikan oleh semua pihak. Pertama, semua produk MPR tersebut merupakan respon kritis atas tatanan pemerintahan otoriter yang merupakan produk langsung dari rapuhnya tatanan konstitusional sebelum tahun 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, baik ketetapan-ketetapan  maupun perubahan UUD 1945 selain merupakan respon normatif atas situasi yang menyertainya, juga transformatif. Mereka – para anggota MPR dapat disebut sebagai peletak dasar kedua setelah yang pertama pada tahun 1945, dalam menciptakan tatanan dasar yang beradab-bermartabat, adil serta menjangkau ke depan. Tujuan dasarnya adalah untuk meletakan dasar-dasar kehidupan yang baik dalam perspektif transformatif, sekaligus menghentikan siklus pemerintahan yang tidak kokoh di masa lalu.***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/773729788234697399-223505042740511795?l=gambesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gambesi.blogspot.com/feeds/223505042740511795/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=773729788234697399&amp;postID=223505042740511795' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/223505042740511795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/223505042740511795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gambesi.blogspot.com/2007/10/arah-pemikiran-pembangunan-hukum-pasca.html' title='Arah Pemikiran Pembangunan Hukum Pasca Perubahan UUD 1945 (1)'/><author><name>Ternate Majang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11671305559163167775</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-773729788234697399.post-3274113228248211777</id><published>2007-10-25T07:00:00.000-07:00</published><updated>2007-10-25T07:03:05.266-07:00</updated><title type='text'>Audit Investasi BPK Tidak Berguna</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;Kepala daerah di era otonomi daerah memang sudah layaknya raja-raja kecil. Mereka memiliki beragam kewenangan, dengan akuntabilitas yang rendah. Lantas kalau ber perkara hukum, mereka akan berlindung di balik UU otonomi daerah. Polisi dan jaksa kerap kesulitan karena untuk memeriksa saja harus ada ijin presiden. Di sinilah keampuhan Komisi Pemberantasan Korupsi layak dijajal. KPK tidak memerlukan ijin presiden untuk memeriksa kepala daerah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;Indikasi korupsi terhadap Dana Tak Tersangka APBD 2004 yang dilakukan Gubernur Maluku Utara, Thaib Armain sebesar Rp. 6.916.468.250,-. Kasus dugaan korupsi yang melibatkan Gubernur Maluku Utara ini sebenarnya adalah kasus lama yang pernah ditangani oleh Mabes Polri c.q. Mapolda maluku Utara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;Ternyata pada perkembangannya, terdapat ketidak konsistenan pihak Polda Maluku Utara (Malut) dalam menangani kasus dugaan korupsi ini.Kasus ini bermula pihak Kepolisian pada saat itu berkilah bahwa kasus ini belum bisa diproses karena belum ada penghitungan kerugian definitif oleh pihak berwenang (dalam hal ini Badan Pemeriksa Keuangan), namun, saat pihak BPK Perwakilan Manado menerbitkan laporan audit invetigasi terhadap kasus tersebut, tetapi ternyata kasus masih tetap mandeg.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;Alasan lain yang dikemukakan oleh pihak Polri, penanganan kasus ini belum bisa berlanjut karena belum ada izin dari presiden. Alasan tersebut dirasakan masyarakat jelas sangat dibuat-buat karena berdasarkan amanat UU No. 32 tahun 1999 tentang otonomi Daerah ijin pemeriksaan dari presiden bisa diabaikan jika surat permohonan ijin ke presiden sudah melewati masa 60 hari.Kapolri Jenderal Pol Sutanto dinilai tidak menepati janji dalam menyelesaikan berbagai kasus korupsi di daerah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;Salah satunya adalah kasus korupsi Gubernur Maluku Utara, Thaib Armayn yang tidak juga ditindaklanjuti sejak Mei 2007. “Pada rapat kerja dengan Komisi III DPR, Mei lalu, Kapolri berjanji menindaklanjuti temuan BPK dengan segera meminta surat izin pemeriksaan Thaib pada Presiden,” kata Arbab Paproeka, anggota Komisi III dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN).Menurut Arbab, pada raker itu, Kapolri mengatakan kalau dalam waktu 60 hari surat izin pemeriksaan tidak turun, maka polisi bisa langsung melakukan penyidikan. Hal itu sesuai ketentuan Pasal 36 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(majalah konstant)&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/773729788234697399-3274113228248211777?l=gambesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gambesi.blogspot.com/feeds/3274113228248211777/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=773729788234697399&amp;postID=3274113228248211777' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/3274113228248211777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/3274113228248211777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gambesi.blogspot.com/2007/10/audit-investasi-bpk-tidak-berguna.html' title='Audit Investasi BPK Tidak Berguna'/><author><name>Ternate Majang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11671305559163167775</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-773729788234697399.post-5065687642966184975</id><published>2007-10-25T06:49:00.000-07:00</published><updated>2007-10-25T07:35:47.453-07:00</updated><title type='text'>Cagub Malut Sepakat Boikot Pilkada</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="color:red;"&gt;Jumat, 5 Oktober 2007&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:100%;"  &gt; TERNATE (Suara Karya): Tiga dari empat calon gubernur/calon wakil gubernur (cagub/cawagub) Maluku Utara (Malut) sepakat memboikot pemilihan gubernur (pilgub) Malut karena KPUD Malut tidak menggubris tuntutan mereka untuk menunda pelaksanaan kampanye.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:100%;"  &gt;Keterangan yang diperoleh di Ternate, Kamis, menyebutkan ketiga cagub yang sepakat memboikot pilgub tersebut adalah pasangan Abdul Gafur/Aburrahim Fabanyo yang diusung koalisi Partai Golkar, PDK, PAN. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:100%;"  &gt;Kemudian Irvan Edyson/Ati Ahmad (koalisi partai kecil) dan Antony Charles/Amin Drakel (PDI Perjuangan).&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:100%;"  &gt;Sedangkan satu cagub/cawagub yang siap mengikuti pilgub dan mendukung keputusan KPUD Malut untuk tetap melaksanakan kampanye sesuai jadwal semula, yakni tanggal 5-21 Oktober 2007, adalah pasangan Thaib Armiyn/ Gani Kasuba yang didukung koalisi PKS dengan sejumlah partai kecil.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:100%;"  &gt;Tim sukses pasangan Abdul Gafur/Aburrahim Fabanyo, Imran Jumadi, ketika dihubungi, membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pihak pasangan Irvan Edyson/Ati Ahmad serta pasangan Anthoni Charles/Amin Drakel dan sepakat memboikot pilgub Malut.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:100%;"  &gt;Mereka sepakat melakukan aksi boikot pilgub itu karena KPUD Malut tidak konsisten untuk melaksanakan kesepakatan yang telah dibuat dengan para cagub/cawagub untuk menunda jadwal kampanye. Pasalnya, jadwal yang ditetapkan semula bertepatan dengan bulan puasa.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:100%;"  &gt;"KPU Pusat sudah menyurati KPUD Malut untuk menunda jadwal kampanye. KPUD Malut pun sudah membuat kesepakatan dengan para cagub/cawagub untuk menunda jadwal kampanye dari 5-21 Oktober menjadi 17-30 Oktober 2007," katanya. Tetapi kemudian KPUD Malut secara sepihak membatalkan kesepakatan tersebut dan kembali akan melaksanakan kampanye sesuai jadwal semula.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:100%;"  &gt;Tindakan KPUD Malut itu jelas tidak bisa ditoleransi atau dibiarkan karena selain tudak menghargai bulan puasa, juga sama artinya dengan mempermainkan para cagub/cawagub.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:100%;"  &gt;Koordinator tim sukes pasangan Irvan Edison, Natsir, ketika dihubungi, juga mebenarkan hal tersebut. Bahkan ia mengaku bahwa mereka telah menyurati KPU Pusat dengan tembusan ke Mendagri Mardiyanto dan Ketua DPR Agung Laksono, yang intinya menuntut penundaan jadwal kampanye.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:100%;"  &gt;Sementara itu, Pelaksana Tugas Ketua DPD PDIP Malut, Zainal Palaguna, membenarkan pula kesepakatan tersebut. Ia telah pula menginstruksikan seluruh anggota DPRD Malut dari PDIP untuk tidak menghadiri acara kampanye perdana cagub/cawagub Malut di DPRD Malut pada 5 Oktober 2007.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:100%;"  &gt;Ketua KPUD Malut Rahmi Husen mengatakan, KPUD Malut tetap akan melaksanakan kampanye sesuai jadwal semula karena KPUD telah mengonsultasikannya ke KPU Pusat dan Depdagri, Kedua institusi itu tidak melarang kampanye dilakukan pada bulan puasa. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Ant/Dwi Putro AA)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/773729788234697399-5065687642966184975?l=gambesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gambesi.blogspot.com/feeds/5065687642966184975/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=773729788234697399&amp;postID=5065687642966184975' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/5065687642966184975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/5065687642966184975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gambesi.blogspot.com/2007/10/cagub-malut-sepakat-boikot.html' title='Cagub Malut Sepakat Boikot Pilkada'/><author><name>Ternate Majang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11671305559163167775</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-773729788234697399.post-3452606352781074347</id><published>2007-10-25T06:39:00.000-07:00</published><updated>2007-10-25T06:44:03.127-07:00</updated><title type='text'>Megawati Minta Pilkada Maluku Utara Jujur</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meminta penyelenggara Pilkada di Maluku Utara menggelar pelaksanaan Pilkada secara jujur dan bermartabat karena adanya kegaluan terjadi berbagai kecurangan dan rekayasa yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah Maluku Utara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Jangan lagi ada dusta di antara kita, buang jauh-jauh pembodohan yang dilakukan KPUD. Rakyat Maluku Utara ingin kedamaian dan mereka harus dihargai hak-hak politiknya," kata Megawati Soekarnoputri di Jakarta, Sabtu (06/10).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Megawati sebagaimana dikutip Staf Khusus Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, Ari Junaedi, selalu memonitor dengan seksama pelaksanaan Pilkada di semua daerah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Khusus untuk Maluku Utara, Ibu Megawati menyatakan keprihatinannya yang mendalam karena kecurangan KPUD Maluku Utara di semua lini pentahapan Pilkada," jelas Ari Junaedi yang juga kandidat doktor komunikasi politik dari Universitas Padjadjaran tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sejak Selasa lalu, DPP PDI Perjuangan telah mengirim tim dari Jakarta untuk memantau pelaksanaan Pilkada Maluku Utara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selain Mayjen TNI (Purn) HZB Palaguna selaku Pelaksana Tugas Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku Utara, tim dari Jakarta beranggotakan Mayjen TNI (Purn) Theo Syafei dan Profesor Hamka Haq selaku Ketua DPP serta Wakil Sekjen Agnita Singedikane.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kecurangan-kecurangan yang dilakukan KPUD Maluku Utara antara lain tidak mengidahkan himbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah serta elemen-elemen masyarakat di Maluku Utara agar mengalihkan jadwal kampanye selama bulan Ramadhan, mengacuhkan kesepakatan antara tim kampanye pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, tidak menghormati saran Panitia Pengawas Pemilu agar mentaati kesepakatan antar pasangan calon.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Serta melecehkan hasil rapat pimpinan DPRD Maluku Utara dengan KPUD soal pengembalian jadwal kampanye sesuai kesepakatan antar tim kampanye pasangan calon. Belum lagi, KPUD Maluku Utara "memelintir" saran dari Mendagri dan KPU Pusat soal pengembalian jadwal kampanye sesuai kesepakatan pasangan calon.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Yang sangat kasat mata adalah hingga hari ini KPUD Maluku Utara tidak melakukan pemutakhiran data akibatnya data pemilih di enam desa di perbatasan Halmahera Utara dan Halmahera Barat masih tumpang tindih. KPUD Maluku Utara juga sampai saat ini belum juga membentuk Panitia Pemungutan Suara dari tingkat kabupaten hingga desa seperti yang diamanatkan undang-undang," papar Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan, Agnita Singedikane.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Cagub&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ari Junaedi dalam keterangan tertulisnya mengatakan, keprihatinan PDI Perjuangan bukan karena calon yang diusungnya pasangan Anthony Charles Sunaryo - Mohammad Amin Drakel dirugikan, tetapi juga disuarakan sama oleh pasangan DR. Abdul Gafur-Abdurrahmin Fabanyo yang disokong Partai Golkar, PAN serta Partai Demokrasi Kebangsaan serta pasangan Mayjen TNI (Purn) Irvan Eddyson-Atti Ahmad yang didukung Partai Damai Sejahtera.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selain tiga pasangan tersebut, Pilkada Maluku Utara juga diramaikan pasangan incumbent, Thayb Armayn-Gani Kasuba yang digotong Partai Demokrat, PKS dan PBB.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Terhadap segala kecurangan yang dilakukan KPUD Maluku Utara ini, ketiga pasangan calon gubernur tersebut minus Thayb Armayn - Gani Kasuba sepakat meminta KPU Pusat untuk membekukan KPUD Maluku Utara. Ketiga pasangan calon gubernur juga telah meneken sikap bersama untuk menolak pelaksanaan kampanye Pilkada yang jelas-jelas melanggar hukum dan melabrak norma-norma kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dari Maluku Utara diberitakan Tiga dari empat calon gubernur/ calon wakil gubernur (cagub/cawagub) Maluku Utara (Malut) sepakat memboikot pemilihan gubernur (pilgub) Malut, karena KPUD Malut tidak menggubris tuntutan mereka untuk menunda pelaksanaan kampanye.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Keterangan yang diperoleh di Ternate, Kamis, menyebutkan ketiga cagub yang sepakat memboikot pilgub tersebut adalah pasangan Abdul Gafur/Aburrahim Fabanyo yang diusung koalisi Partai Golkar, PDK, PAN), Irvan Edyson/Ati Ahmad (koalisi partai kecil) dan Antony Charles/Amin Drakel (PDIP). &lt;b&gt;(*/lpk/kapanlagi.com)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/773729788234697399-3452606352781074347?l=gambesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gambesi.blogspot.com/feeds/3452606352781074347/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=773729788234697399&amp;postID=3452606352781074347' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/3452606352781074347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/3452606352781074347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gambesi.blogspot.com/2007/10/megawati-minta-pilkada-maluku-utara.html' title='Megawati Minta Pilkada Maluku Utara Jujur'/><author><name>Ternate Majang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11671305559163167775</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-773729788234697399.post-6877949958797380840</id><published>2007-10-10T08:32:00.000-07:00</published><updated>2007-10-10T09:00:35.484-07:00</updated><title type='text'>Baabullah Sang Penakluk Imperialis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Moro-moro se maku gise&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;No kakoro siwange ma buluke&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Si wange ma sosira&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Jo Mapolo sara sekore mie&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Ino formoni Bismillah!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Ternate pernah menjadi daerah `panas' akibat pertikaian bernuansa SARA, menyimpan goresan emas kejayaan Islam. Sejarah mencatat keberadaan beberapa kerajaan Islam di bawah pimpinan raja yang bijak di sana. Tak mengherankan bila petualang kesohor Ibnu Batutah menyebut kawasan itu sebagai Jazirat Al-Mulk (Semenanjung Raja-Raja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu fase kejayaan itu berada di bawah kendali Sultan Baabullah (SB), sosok Muslim Ternate yang mampu berperan sebagai penguasa bijak. Di bawah kendali pemerintahannya, Ternate mampu tampil sebagai kerajaan yang adil, bisa mengayomi segenap lapisan masyarakat, termasuk kalangan non-Muslim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Tentu saja, gerakan misionaris Kristen yang memporak-porandakan hakikat toleransi dengan tegas akan dilibas. Ini dibuktikan SB ketika memimpin perlawanan melawan kolonialis Portugis, yang tak hanya berniat menjajah secara ekonomi tetapi juga aqidah. Penguasa Ternate yang dijuluki `Khalifah Islam Nusantara' ini akhirnya mampu mengenyahkan Portugis, dengan model perlawanan yang cantik dan Islami.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Baabullah sang Penakluk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Lahir di Ternate, 10 Februari 1528 M, Baabullah merupakan generasi ke-5 Sultan Zainal Abidin (1485-1500). Generasi pertamanya adalah Sultan Bayanullah (1500-1522), kedua Sultan Maharani Noekila (1522-1532), ketiga Sultan Tabarija (1532-1536), dan keempat Sultan Chairun Janil (1536-1570).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Di masa muda, Baabullah telah digembleng masalah kemiliteran oleh Salahaka Sula dan Salahaka Ambon. Keduanya merupakan Panglima Kerajaan Ternate. Berkat bimbingan kedua tokoh ini, dalam usia relatif muda Baabullah telah diangkat menjadi Kaicil Paparangan (panglima tertinggi angkatan perang).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Dalam bidang pengetahuan agama Islam, para mubalig istana juga tak jemu-jemunya membimbing Baabullah. Anak muda gagah perkasa ini memang dipersiapkan untuk memegang tampuk kerajaan Ternate. Jadilah ia, selain menguasai ketatanegaraan dan kemiliteran, juga terdidik secara mental sebagai calon sultan pengganti Chairun. Satu lagi, kelak ia diharapkan mampu melaksanakan tugas suci memimpin perang fi sabilillah melawan kecongkakan Eropa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Saat diangkat menjadi Sultan Ternate yang ke-25, usia Baabullah sudah cukup matang, sekitar 42 tahun. Segenap penghuni kerajaan tak ragu sebab ia telah terlatih secara nyata di berbagai medan pertempuran masa pergolakan melawan Portugis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Terbukti memang. Perlawanan melawan Portugis semakin garang di masa pemerintahannya. Dalam benaknya selalu teringat saat-saat duka dodora (duka mendalam) ketika ia harus membopong jenazah Sultan Chairun, ayahandanya, yang raganya hancur, diambil jantungnya oleh serdadu Portugis untuk dipersembahkan kepada Rajamuda Portugis di Goa India (1570). Namun spirit yang membuatnya pantang menyerah adalah &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Ri Jou si to nonakogudu moju se to suba &lt;/span&gt;(Hanya kepada Allah tercurah harapan, meskipun ghaib tetap akan disembah karena Dia ada).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Portugis sendiri tiba di Ternate sekitar tahun 1511, dipimpin Admiral Fransesco Serrano. Mereka diterima Sultan Bayanullah (Raja Ternate waktu itu) dengan baik. Tetapi barangkali karena tabiat Portugis yang tidak mengenakkan, kedatangan orang-orang Eropa itu akhirnya menyulut peperangan. Penerus takhta Bayanullah, Sultan Maharani Noekila, dengan tegas menyatakan perang melawan Portugis. Sultan Tabarijja juga mengobarkan api perlawanan, hingga ditawan di Goa dan akhirnya meninggal di Malaka. Ayah SB, Sultan Chairun Jamil, meneruskan perlawanan, sebelum akhirnya meninggal secara tragis. Sang ayah inilah yang terus mengobarkan semangat dan kesadaran sebagai bangsa merdeka di dada putranya, SB. Salah satu nasihatnya yang terekam dalam pita sejarah adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;“Antara Islam dan Katolik terdapat jurang pemisah yang lebar. Sejarah kemenangan Islam di Andalusia (Spanyol), Khalifah Barat, membuat mereka membenci dan iri kebesaran Kesultanan Ternate. Mereka menderita penyakit dendam kesumat serta pemusnahan di mana saja setiap melihat negeri-negeri Islam, baik di Goa, Malaka, Jawa, dan kita di Maluku sini. Kalau kita di Ternate kalah maka nasib kita akan sama dengan negeri-negeri Islam di Jawa, Sulawesi, dan Sumatra.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Sebuah nasihat yang begitu mengesankan bagi SB. Apalagi Portugis selama ini juga dikenal licik sehingga Ternate beberapa kali dikibuli. Misalnya ketika putra mahkota Dayle terbunuh (1532), penyerahan kedaulatan kepada Portugis di bawah King Alfonso II (1536), pelanggaran sumpah agama yang disepakati Sultan Chairun dan Musquita, serta puncaknya berupa tewasnya Chairun secara sadis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Jadilah kerajaan Ternate di bawah SB sebagai rival terberat yang membuat kolonialis Portugis pusing tujuh keliling. Armada Ternate yang terkenal perkasa, ditambah kapal-kapal dari Jawa (Jepara), Melayu, Makasar, Buton, membuat armada Portugis yang lengkap persenjataannya seakan tak berarti apa-apa. Akhirnya benteng Fort Tolocce (dibangun tahun 1572), Santo Lucia Fortress (1518), dan Santo Pedro (1522), jatuh ke tangan laskar kora-kora Ternate.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Siasat penyerangan dilakukan secara matang selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Pasukan canga-canga yang beranggotakan suku Tobelo dilengkapi panah api beracun. Laskar Kolano Baabullah bersenjatakan meriam hasil rampasan dari benteng Portugis di Castel Sin Hourra Del Rosario yang merupakan pusat kekejaman Portugis di Asia Tenggara. Di kastel inilah para misionaris dididik untuk menyebarkan agama Katolik di wilayah Maluku dan sekitarnya. Sayang, agama Katolik kurang bisa diterima penduduk Ternate karena terlalu dipaksakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Perang terus berkecamuk, baik di darat maupun di laut. Armada kora-kora Ternate mampu membuat kalang kabut korvet (kapal perang kecil) dan fregat (kapal perang ukuran sedang) Portugis. Impian bangsa Portugis sebagai satu-satunya pemasok komoditas rempah-rempah sekaligus membentuk imperium jajahan sebagai bagian dari gerakan glory, gospel, gold (kemuliaan, penyebaran agama, dan kekayaan) turut terkubur oleh keperkasaan laskar Ternate.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Gubernur Alvaro De Atteyda segera menawarkan perdamaian dengan, namun ditolak mentah-mentah. Akibatnya, perang berjalan penuh selama lima tahun (1570-1575). Selama itu pula spirit jihad laskar Ternate senantiasa mampu dikobarkan SB. Kemenangan nyata telah mulai terlihat, sedang Portugis semakin tidak berdaya. Kekalahan bertubi-tubi, terserang penyakit, kekurangan makanan, dan bantuan yang tak pernah tiba, membuat pihak Portugis semakin lemas dan lemah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;SB memimpin perang menurut pola asli kesultanan di mana Tomagola bertanggung jawab atas kawasan Ambon-Seram. Toraitu bertanggung jawab atas kep Sula, Bacan, Luwuk, Banggai, dan Buton. Jougugu Dorure dan Sultan Jailolo termasuk koordinator penghancuran di Halmahera dan Sulawesi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Tanggal 24 Desember 1575 dengan berat hati Gubernur Nuno Pareira de Lacerda menaikkan bendera putih tanda menyerah total pada SB, sekaligus menyerahkan kota dan benteng Santo Paulo atau kota Sen Hourra Del Rosario yang dikenal kejam itu. Berduyun-duyun orang Portugis penghuni kota tersebut keluar, seirama dengan nyanyian Misa Kudus di malam Natal yang penuh haru dengan linangan air mata perpisahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Menyaksikan hal itu, tentara Ternate bersikap ksatria. Orang-orang Portugis diizinkan membawa harta bendanya kecuali senjata dan alat perang. Musuh-musuh Islam terus dicekam ketakutan akan dibunuh laskar jihad Kesultanan Ternate, ternyata diperlakukan seperti layaknya saudara. Begitu senjatanya dilucuti, mereka dintar ke kapal untuk meninggalkan perairan Maluku. Mereka dibawa bergabung dengan Spanyol ke Manila dan sebagian ke Timor Timur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Khalifah Imperium Islam di Nusantara SB memang amat menjunjung tinggi nilai ajaran Islam. Banyak pembesar kraton yaang akhirnya merasa kecewa dengan tindakan SB. Sebab musuh Islam yang membunuh ayah SB malah diperlakukan dengan baik. Ketika banyak yang mempertanyakan hal itu, SB memberi titah, “Wahai joumbala (rakyat), ketahuilah bahwa ajaran Islam tidak memperbolehkan seorang Muslim mengambil keuntungan karena kelemahan musuhnya dalam perang di medan laga.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Kesaksian ucapan SB itu membuat para tawanan Portugis yang beragama Katolik semakin terharu atas sikap toleransi beragama yang dipraktikkan SB. Ini mencerminkan sikap seorang pemimpin yang ksatria. Seperti halnya Khalifah Shalahuddin Al-Ayyubi pada masa Perang Salib (1187-1193), SB membebaskan tawanan yang tidak sanggup membayar tebusan, juga tawanan yang mendapat ratapan istrinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Kekuatan bangsa Portugis telah dilumpuhkan tanpa kecuali. Pekik kemenangan diserukan pasukan Muslim Ternate, bergema di mana-mana, menyeru keagungan asma Allah: Allahu Akbar...Allahu Akbar!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Dan syair inilah yang selalu dikumandangkan laskar jihad Ternate dalam rangka mengajak persatuan untuk mengusir penjajah Portugis:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Moro-moro se maku gise&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;No kakoro siwange ma buluke&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Si wange ma sosira&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Jo Mapolo sara sekore mie&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Ino formoni Bismillah!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;(Jika panggilan jihad telah diumumkan wajiblah diteruskan pada rakyat, Di matahari naik dan rakyat di matahari masuk, Bersatulah dengan rakyat di angin selatan, Dan rakyat di angin utara, bangkitlah berperang. Dengan niat Bismillah!)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Khalifah Imperium Islam Nusantara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Kemenangan SB dalam memimpin perang `menjebol' Portugis dari Nusantara banyak dianggap sebagai tonggak kemenangan Islam di Nusantara. Kesultanan Ternate mengalami masa gemilang, bebas dari pengaruh Portugis dan Spanyol. Aktivitas dakwah pun begitu gencar dilaksanakan ke seluruh penjuru negeri. Kepulauan Nusa Tenggara menjadi lahan dakwah paling ramai tenaga-tenaga da'i utusan SB.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Dengan kharisma sebagai pemimpin, SB telah menunjukkan keperkasaannya sebagai koordinator andal dari pelbagai suku yang berbeda akar genealogis. Karena itulah ia diakui dan dikukuhkan sebagai “khalifah Imperium Islam” oleh Majelis Sidang Raja-Raja yang bersekutu dengan Ternate di Makassar, pusat kerajaan Gowa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Sebagai Khalifah Islam Nusantara penguasa 72 negeri, SB menempatkan 6 sangaji di Nusa Tenggara, yaitu: Sangaji Solor, Sangaji Lawayong (NTT), Sangaji Lamahara, Sangaji Kore (NTB dan Bali), Sangaji Mena, dan Sangaji Dili (Timtim). Di pulau Jawa ada 4: Sangaji Lor, Sangaji Kidul, Sangaji Wetan, dan Sangaji Kulon. Di Sumatera ada Sangaji Palembang. Sementara di Irian ada 5, yaitu: Sangaji Raja Ampat (Kolano Fat), Sangaji Papua Gamsio (Sorong), Sangaji Mafor (Biak), Sangaji Soaraha (Jayapura), dan Sangaji Mariekku (Merauke). Di Sulawesi ditempatkan di kerajaan Goa Makassar, Bone, Buton Raha, Gorontalo, Sangir, Minahasa, Luwu, Banggai, dan Selayar. Di Kalimantan ada kerajaan Sabah, Brunai, Serawak, dan Kutai. Begitu pula di Filipina, terdapat di kerajaan Mangindano, Zulu-Zamboango. Sementara di kepulauan Maluku sendiri ada Sangaji Seram, Ambon, Sula, Maba, Pattani, Gebe, dan lain-lain. Bahkan sampai di Mikronesia dekat pulau Marshall kepulauan Mariana, ada Sangaji Gamrangi. Begitu pula di Polinesia dan Melanesia. Begitu luas wilayah kekuasaannya, sehingga banyak yang menyebut bahwa Ternate masa SB bisa dijadikan model negara Islam di Nusantara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Kerajaan Islam besar itu terus bertahan sampai anak keturunan SB. Anaknya, Sayeed Barakadli (Sayiyudin), pengganti SB, mampu mempertahankan eksistensi Ternate sebagai bangsa yang besar. Cucunya, Sultan Zainal Abidin, mewakili kemaharajaan Ternate dalam pembentukan Aliansi Aceh-Demak-Ternate (Triple Alliance).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Khalifah Imperium Islam Nusantara SB, mangkat pada tanggal 18 Ramadhan 991 H atau 25 Mei 1583 dalam usia 53 tahun. Duka dodora (kesedihan mendalam) melanda bumi Ternate, barangkali sama halnya dengan situasi saat ini tatkala kawasan itu terus berkecamuk. (hidayatullah)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/773729788234697399-6877949958797380840?l=gambesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gambesi.blogspot.com/feeds/6877949958797380840/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=773729788234697399&amp;postID=6877949958797380840' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/6877949958797380840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/6877949958797380840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gambesi.blogspot.com/2007/10/khalifah-islam-nusantara-dan-penakluk.html' title='Baabullah Sang Penakluk Imperialis'/><author><name>Ternate Majang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11671305559163167775</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-773729788234697399.post-2770240724773802749</id><published>2007-10-10T08:25:00.000-07:00</published><updated>2007-10-10T08:26:44.128-07:00</updated><title type='text'>Maluku Utara, Sebuah Kenangan Sejarah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;RAKYAT Maluku Utara pantas berbangga, karena pemerintah telah mematrikan sebagian pemandangan dan panorama alam yang indah dari wilayah itu pada salah satu dari dua sisi pecahan uang kertas seribu rupiah seri terbaru. Jika pada sisi sebelah terpampang gagah berani gambar pahlawan nasional asal Maluku: Kapitan Patimura, maka di sisi lainnya tampak gambar Pulau Maitara dan Tidore serta sebagian Laut Maluku yang indah tenang tetapi menyimpan kekayaan beragam jenis ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ditelusuri, sebetulnya lembaran uang seribu rupiah seri terbaru ini sedang bercerita panjang lebar tentang wilayah Maluku, termasuk Maluku Utara. Dipatrikannya keindahan alam Maluku Utara dalam lembaran seribu rupiah amat membanggakan, sebab peluang sebuah obyek atau daerah untuk tampil dan selalu dilihat orang-seperti halnya gambar Maluku Utara di atas lembaran rupiah-amat jarang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun tersedia kesempatan bagi daerah lain tampil seperti Maluku Utara di pecahan mata uang, tentu harus menunggu puluhan atau mungkin ratusan tahun ke depan. Itu pun harus lolos beragam seleksi ketat. Keputusan manajemen Bank Indonesia untuk mematrikan Maluku Utara ke dalam seri pecahan seribu rupiah terbaru dinilai sangat pas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Provinsi Maluku dan Maluku Utara, menurut catatan sejarah, memang sarat menyimpan cerita-cerita kepahlawanan melawan penjajahan Belanda serta imperialisme Eropa. Mutu rempah-rempah asal daerah ini sangat tersohor ke seluruh dunia. Belakangan, tampilnya kekayaan laut di arena pasar internasional ternyata telah membuat kedua daerah-yang baru saja dilanda perang saudara-itu menjadi incaran para pengusaha&lt;br /&gt;asing dan domestik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LIHAT saja ribuan dan mungkin puluhan ribu kapal penangkap ikan milik asing dan domestik, ataupun asing yang berbaju domestik, yang berkeliaran di Laut Maluku. Atau lihat pada fakta hadirnya puluhan perusahaan nasional dan asing yang sudah dan sedang berupaya menanamkan kuku-kukunya di Maluku dan Maluku Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momentum pembangunan ini memang sempat melemah menyusul pecahnya perang saudara, konflik horizontal yang amat dahsyat dan telah mengakibatkan 2.364 warga tewas, 1.769 luka berat/ringan serta 2.315 warga lari dan hilang di hutan-hutan, selain belasan ribu rumah dan fasilitas umum musnah terbakar. Belum lagi korban harta benda lain serta anjloknya nilai-nilai sosial dan kemanusiaan yang sulit diukur dan dikalkulasi secara matematika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendek kata, perang saudara yang sudah dan sedang berakhir itu telah menyentak warga Maluku, khususnya Maluku Utara untuk bangkit kembali dari keterlenaan perang, maut dan kematian, kesengsaraan, kebencian, serta kebodohan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga Maluku Utara kembali diingatkan bahwa ternyata Torang Samua Basudara (kita semua bersaudara). Kalau begitu, kata para warga Ternate, Ibu Kota Maluku Utara, buat apa berperang yang kemudian berakibat sangat parah terhadap generasi baru, generasi anak cucu yang pada akhirnya harus memikul beban sangat berat, yakni dilanda kebodohan, kemiskinan, serta kemelaratan dan ketertinggalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMANGAT atau roh persaudaraan dan perdamaian yang hilang kini kembali mulai bersemi di Maluku Utara. Di mana-mana warga bertutur tentang mubazirnya perang. Arena perang ternyata cuma melahirkan saling membunuh, saling menghabisi, dan menanamkan kebencian yang sangat dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang di sana-sini masih ada persoalan-persoalan yang harus diselesaikan. Tetapi, secara keseluruhan rakyat di mana-mana bertutur tentang betapa hidup dalam damai jauh lebih menyenangkan dan oleh karena itu harus dikembalikan," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Maluku Utara SH Sarundajang, yang juga Inspektur Jenderal Depdagri kepada Kompas, pekan lalu di Ternate, Ibu Kota Maluku Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENENGOK Maluku Utara, tidak lengkap jika tidak mengungkap sejarah masa lampaunya yang kaya dengan beragam cerita kepahlawanan, khususnya empat Kesultanan yang menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat di wilayah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut catatan sejarah, Maluku Utara pada awalnya digambarkan sebagai gugusan pulau-pulau mini yang kemudian diberi nama Maluku atau pulau kembar, Ternate dan Tidore. Kedua pulau itu mulai ramai dibicarakan sejak abad XV, seiring dengan masuk dan berkembangnya Islam di Kepulauan Maluku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEJAK abad XV, saudagar-saudagar Eropa (Inggris, Belanda, Spanyol, Portugis), Arab, India, Cina, dan Persia secara rutin mampir ke Maluku untuk berdagang rempah-rempah, khususnya cengkeh dan pala. Sebagai daerah penghasil rempah-rempah terbesar di dunia kala itu, Ternate dan Tidore menjadi tujuan utama para saudagar yang berdatangan dari berbagai penjuru dunia, terutama saudagar Eropa dan Arab, serta Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekadar berdagang, selanjutnya muncul keinginan kuat dari para utusan dagang negara-negara asing untuk menguasai Tidore dan Ternate. Bagi mereka, menguasai Maluku (Tidore dan Ternate) sama dengan menguasai produksi rempah-rempah dunia. Karena itulah kemudian terjadi persaingan sangat ketat dari berbagai kekuasaan asing untuk menguasai atau minimal memperebutkan pengaruh di negeri itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri ini juga dikenal dengan sebutan Moluku Kie Raha (empat gugusan pulau/gunung), sebutan untuk empat Kesultanan di wilayah itu: Tidore, Bacan, Jailolo, dan Ternate. Secara harafiah, Moluku Kie Raha berarti gugusan empat pulau bergunung. Istilah itu seperti dikutip dari buku Profil Maluku Utara didasarkan pada eksistensi empat kesultanan yang berpusat di empat kaki gunung yang hingga kini masih eksis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dituturkan, empat kesultanan itu bersaudara kandung hasil perkawinan Djafar Sadik dan Boki Nursaefah. Di dalam menjalankan pemerintahan, masing-masing kesultanan dibantu beberapa Bobato (pembantu sultan) yang terbagi dua, Bobato Dunia dan Bobato Akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat kesultanan itu, menurut laporan sejarah, mendominasi perjalanan sejarah Maluku, termasuk mampu membangun hubungan dengan berbagai kerajaan lain di Indonesia maupun Eropa, seperti Portugis, Spanyol, Inggris, dan Belanda. Pada bulan Desember 1511, M de Albuquerque, wakil negara Portugis yang berkedudukan di Malaka untuk pertama kali mengirimkan ekspedisi tiga kapal menuju Maluku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekspedisi yang dipimpin Antonio de Abreu dan Fransesco Serrao tiba di Ternate pada tahun 1512 yang kemudian dilanjutkan dengan ekspedisi Portugis kedua pada tahun 1513. Ekspedisi kedua itulah yang diterima oleh Sultan Ternate dan sekaligus menjadi awal dimulainya Maluku memainkan politik serta diplomasi internasional. Selanjutnya, pada tahun 1521, bangsa Spanyol tiba dengan Kapal Victoria dan Trinidad di Tidore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dalam tahun 1522, Portugis yang dipimpin Antonio de Brito berhasil mengusir Spanyol. Setelah Spanyol meninggalkan Tidore, de Brito menuju Ternate dan selanjutnya diangkat sebagai gubernur pertama untuk Maluku. Dengan Kesultanan Ternate, Portugis berhasil membangun perjanjian yang berisi, pertama, Portugis dibolehkan mendirikan benteng di Pantai Gamlango Ternate. Kedua, Portugis diizinkan berdagang dan mendirikan gudang di Ternate. Dan ketiga, semua rempah-rempah hanya boleh dijual ke Portugis dengan harga per bahar cengkeh (sekitar 600 pon) sekitar 32 ringgit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1523, terjadi perlawanan pertama dari Sultan Ternate dan Tidore yang menentang monopoli perdagangan cengkeh. Sultan Tidore Al Mansor dan Permaisuri Sultan Ternate Nyai Cili Boki Raja memimpin langsung perlawanan habis-habisan terhadap kelicikan Portugis dengan kebijakan monopoli dagangnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlawanan serupa juga dilakukan habis-habisan terhadap Spanyol, Inggris, dan Belanda, karena ternyata kehadiran bangsa-bangsa asing itu sama dengan misi yang dibawa Portugis. Mereka semua ingin menguasai dan memonopoli perdagangan di Maluku. Cerita kepahlawanan yang nyata berpihak kepada rakyat, terus berlangsung dalam sejarah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UPAYA pembentukan Maluku Utara sebagai provinsi sendiri sebetulnya sudah dimulai sejak tahun 1957, seiring dengan upaya mengembalikan Irian Barat ke pangkuan Indonesia dari genggaman Belanda. Lewat Undang-Undang (UU) Nomor 15 Tahun 1956, Soa Siu (Tidore) ditetapkan sebagai ibu kota sementara Provinsi Irian Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan pembentukan Provinsi Maluku Utara kembali digaungkan pada tahun 1963 oleh para pemimpin politik di wilayah itu, seperti PSII, Partindo, Nahdlatul Ulama, Partai Katolik, dan Parkindo. Perjuangan ini kembali kandas dan melemah setelah memasuki tahun 1965 serta selama era Orde Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki era reformasi, barulah perjuangan rakyat dan kaum politisi untuk membentuk Provinsi Maluku Utara memperoleh sambutan DPR dan Departemen Dalam Negeri. Maluku Utara resmi menjadi provinsi otonom lewat terbitnya UU No 46/1999, tanggal 4 Oktober 1999. Provinsi ini terdiri atas tiga wilayah kabupaten dan kota, masing-masing Kabupaten Maluku Utara, Halmahera Tengah, dan Kota Ternate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Inti pembentukan Provinsi Maluku Utara selain sebagai wujud dari keinginan untuk mempercepat tercapainya kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Juga tidak kalah penting, institusi Provinsi Maluku Utara adalah bagian dari obsesi rakyat Maluku Utara untuk menampilkan diri bahwa rakyat Maluku Utara juga dapat berbuat bagi rakyatnya dan bagi RI, seperti sudah dibuktikan lewat sejarah masa lalu rakyat daerah ini yang mampu berperang habis-habisan melawan kolonialisme dan imperialisme Eropa," ujar Abdul Kahar Taslim SE, Ketua Bappeda Maluku Utara kepada Kompas di Ternate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tokoh Maluku Utara mengatakan, pecahnya perang saudara telah membuat wilayah yang potensial-dengan luas daratan 33.278 kilometer persegi serta dikelilingi laut seluas 106.977 kilometer persegi-menjadi terpuruk. Upaya percepatan pembangunan lewat institusi provinsi yang terdiri atas 395 pulau besar kecil ini pun mandek. Pejabat gubernur yang ditugasi mempersiapkan organisasi pemerintahan tidak bisa berbuat banyak. Waktu yang tersedia akhirnya tersedot hanya pada upaya-upaya meredam konflik dan perang, serta belakangan dipusingkan dengan persoalan pemulangan pengungsi yang mencapai angka sekitar 250.000 orang. (Freddy Roeroe/Muhammad Bakir/kompas)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/773729788234697399-2770240724773802749?l=gambesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gambesi.blogspot.com/feeds/2770240724773802749/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=773729788234697399&amp;postID=2770240724773802749' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/2770240724773802749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/2770240724773802749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gambesi.blogspot.com/2007/10/maluku-utara-sebuah-kenangan-sejarah.html' title='Maluku Utara, Sebuah Kenangan Sejarah'/><author><name>Ternate Majang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11671305559163167775</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-773729788234697399.post-8591974380175386837</id><published>2007-10-10T08:16:00.000-07:00</published><updated>2007-10-10T08:19:29.420-07:00</updated><title type='text'>Kota Ternate, Bakal Masuk Jaringan Internasional</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;TAK pelak lagi, ke depan Kota Ternate di Provinsi Maluku Utara (Malut) bakal menjadi salah satu kota terkemuka di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Keunggulannya bukan cuma karena didukung sumber daya alam yang berlimpah, tetapi juga terutama karena letaknya di alur Laut Maluku, yang masuk jaringan lalu-lintas perdagangan internasional.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menurut konsep jaringan perdagangan internasional Australia yang berpusat di Darwin, Australia Utara, Laut Maluku menjadi alur laut yang sangat penting dalam perdagangan internasional Australia-Asia Pasifik. Konsep Perdagangan internasional Australia yang dimulai dengan pembangunan jalan kereta api Selatan-Utara, menghubungkan seluruh kota di bagian selatan, timur dan barat Australia ke Darwin, menempatkan Laut Maluku sebagai alur lalu lintas laut strategis, karena letaknya di alur laut kepulauan Indonesia (ALKI) III.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Upaya membangun jalan kereta api Selatan-Utara yang dikembangkan Australia dimaksudkan untuk mengefisienkan seluruh jalur perhubungan laut agar mampu bersaing, guna memenangkan kompetisi ketat di Pasar Pasisfik. Jika selama ini basis utama perdagangan internasional Australia berpusat di Adelaide, dalam konsep ke depan, peran tersebut akan dimainkan oleh Kota Darwin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kapal-kapal yang berlayar dari dan ke Darwin Australia melalui ALKI III, Laut Maluku dan Laut Banda berpeluang menyinggahi pelabuhan atau kota di KTI, terutama Ternate dan juga Bitung. Di sinilah peluang Ternate ke depan bisa menjadi bagian integral dalam konteks perdagangan internasional yang dirancang Australia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selain keunggulan geografi, serta sebagai kota yang memiliki nama internasional sejak era 1518, saat Armada Portugis yang dipimpin D'alberqueque pertama kali menginjakkan kaki di pulau yang kaya rempah-rempah (cengkeh dan pala). Boleh dikatakan, globalisasi serta sentuhan internasional melanda Ternate lewat pengenalan dengan bangsa Portugis dan Belanda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Melihat catatan sejarah, bukan hal mustahil bila dalam konsep jaringan perdagangan internasional, Ternate masuk dalam skenario global. Juga dalam kerangka bermain di dunia internasional, sejarah mencatat, Ternate bukanlah ikon baru. Bahkan, dalam berbagai ensiklopedi, nama Ternate yang kaya rempah-rempah serta kiprah Kesultanan Ternate ikut dicatat sebagai kota penting dalam perjalanan sejarah dunia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Persoalannya, bagaimana Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Pemerintah Kota Ternate, terutama rakyatnya ikut aktif mempersiapkan kota ini menjadi berdimensi internasional, modern, tetapi tetap religius.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kota Ternate yang kesohor ke seluruh dunia lewat nama besar Kesultanan Ternate, rempah-rempah dan belakangan ini kaya ikan, hasil hutan dan hasil-hasil tambang ditantang untuk mempersiapkan diri tampil di forum nasional dan internasional.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Semestinya, otonomi daerah atau desentralisasi atau pendelegasian kewenangan urusan pembangunan, kemasyarakatan dan pemerintahan akan memperkuat, sekaligus mempercepat upaya Ternate menampilkan diri ke berbagai arena. Terutama dalam kerangka kesejahteraan rakyat. Kota ini harus berjuang keras mencairkan predikat negatif akibat konflik sosial tiga tahun terakhir yang sempat memakan korban ribuan manusia tewas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Begitu pentingnya Ternate dalam perjalanan sejarah bisa dilihat pada keputusan pemerintah, khususnya Gubernur Bank Indonesia yang menempatkan gambar Pulau Maitara dan Tidore pada lembar uang seribu rupiah. Kesempatan yang amat langka itu jatuh pada pilihan ke-dua pulau di depan Kota Ternate, itu tak terpisahkan karena peran sejarah yang ikut menghias perjalanan Bangsa Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;KOTA Ternate dan juga Provinsi Maluku Utara, seperti ditegaskan Gubernur Thaib Armayn yang dilantik sebagai gubernur definitif November 2002, menyimpan potensi untuk tampil sejajar dengan kota-kota besar lain di Indonesia. Bahkan, ke depan Ternate dapat menjadi lokomotif pengembangan KTI bersama Kota Bitung dan Manado.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sinergitas Ternate dengan Manado serta Bitung menurut Thaib Armayn bakal menjadi simpul atau saran penting bagi tampilnya Ternate dan Maluku Utara pada umumnya. Namun, lepas dari beragam peluang itu, di antara warga Ternate dan Manado terjalin hubungan kekeluargaan yang sangat kental.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kawin mawin di antara kedua komunitas, Ternate dan Manado ikut menjadi ciri khas perjalanan sejarah kedua suku. "Ini pula yang akan mewarnai beragam kemungkinan positif ke depan di antara kedua wilayah dan kedua komunitas," ujar mantan Pejabat Gubernur Malut SH Sarundajang yang kini dipercaya menjadi Penjabat Gubernur Maluku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sarundajang menambahkan, keterbukaan warga Ternate semestinya didorong terus. Damai yang bersemi harus dipupuk dan disiram terus-menerus agar mampu tumbuh subur pada semua warga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Gubernur Thaib Armayn menambahkan, peningkatan fasilitas pelabuhan serta Bandar Udara Sultan Babullah, termasuk peningkatan fasilitas pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi rakyat menjadi fokus perhatian kepemimpinannya lima tahun ke depan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menjual Ternate, dalam arti mempromosikan Ternate ke arena internasional juga tidak sesulit menjual kota-kota lain yang belum dikenal. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tawaran-tawaran mengundang investasi mancanegara bakal tidak sesulit kawasan lain, karena Ternate sudah dikenal dunia, berada di alur pelayaran dunia, memiliki sumber daya alam yang potensial. (fr/kompas)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/773729788234697399-8591974380175386837?l=gambesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gambesi.blogspot.com/feeds/8591974380175386837/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=773729788234697399&amp;postID=8591974380175386837' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/8591974380175386837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/8591974380175386837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gambesi.blogspot.com/2007/10/kota-ternate-bakal-masuk-jaringan.html' title='Kota Ternate, Bakal Masuk Jaringan Internasional'/><author><name>Ternate Majang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11671305559163167775</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-773729788234697399.post-4353564210999745336</id><published>2007-10-10T08:01:00.000-07:00</published><updated>2007-10-10T08:14:47.306-07:00</updated><title type='text'>Masjid Sultan Ternate</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Ada perbedaan pendapat mengenai waktu pembangunan Masjid Sultan Ternate. Sebagian pendapat mengatakan masjid ini dibangun pada 1633 M oleh Sultan Hamzah. Namun, ada juga pendapat yang mengatakan bahwa, masjid ini dibangun pada tahun 1606 M. Jika dilihat dari tradisi kerajaan Islam yang pernah berdiri di kawasan nusantara, pembangunan masjid sultan Ternate pada awal abad ke-17 ini agak berbeda dari kebiasaan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Hampir di seluruh pelosok nusantara, pengislaman suatu kerajaan selalu diiringi dengan pembangunan masjid kerajaan. Dalam tradisi kerajaan Islam di Jawa, posisi masjid itu bahkan menyatu dengan istana. Sementara di Ternate, telah diketahui dengan jelas bahwa, Raja pertama yang secara resmi memeluk Islam adalah Kolano Marhum (1465-1486 M), tapi mengapa masjid kerajaan baru dibangun pada abad ke-17 M, satu setengah abad setelah Kolano Marhum? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dalam hal ini, sejarah di Ternate menjadi agak berbeda dengan kawasan lainnya. Posisi halaman masjid yang tidak menyatu dengan istana kerajaan yang dibangun pada tahun 1234 M juga menunjukkan bahwa, ada kemungkinan tahun pembangunan masjid ini berbeda dengan pendirian istana. Namun, mengapa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;selisih waktu pembangunannya mencapai satu setengah abad?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Jika data sejarah pembangunan masjid sultan Ternate di atas benar, pertanyaannya adalah: di mana sultan dan para pembesar istana shalat sebelum masjid ini didirikan? Atau ada penjelasan lain, kemungkinan, proses pengislaman yang belum selesai di Ternate, sehingga keislaman para sultan tersebut belum terlalu kuat; mereka belum melakukan ritual-ritual keislaman. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pendapat ini juga agak sulit diterima, mengingat putera Kolano Marhum, yaitu Sultan Zainal Abidin (1486-1500 M) pernah berguru pada Sunan Giri di Gresik. Maka, tentulah penguasaan keislaman Sultan ini sudah baik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dalam sejarah Ternate, kejayaan dicapai dimasa Sultan Baabullah (1570-1583 M). Lantas, di mana mereka melakukan ritual keagaaman pada masa itu, sebab masjid belum didirikan? Semua masih teka-teki. Ada dugaan, sebenarnya masjid tersebut dibangun jauh lebih awal, bukan pada abad ke-17 M. Kapan? Entahlah. Sebuah pendapat lain mengatakan bahwa, masjid ini dibangun pada sekitar abad ke-13 M, lebih awal dari periode pemerintahan Kolano Marhum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Saat ini, selain bangunan masjid yang masih utuh, peninggalan lain yang masih bisa ditemui di dalam masjid adalah empat buah koleksi kitab al-Quran, hasil tulisan ulama Ternate sendiri. Tulisannya masih jelas dan kertasnya masih baik, belum lapuk dimakan zaman, walaupun usianya sudah berabad-abad. Selama bulan Ramadan, al-Quran ini masih digunakan oleh masyarakat untuk /tadarusan/. Pada sisi selatan-timur masjid, terdapat sebuah sumur tua yang menyatu dengan masjid, digunakan untuk tempat berwudu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Berkaitan dengan tradisi pada masa dulu, pada hari-hari besar Islam, seperti Idul Fitri, Sultan Ternate biasanya naik di kursi kerajaan yang disebut /ngorareici/, kemudian ia diusung oleh para pengawalnya sejak dari istana sampai ke masjid.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dekat Istana Sultan&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Masjid ini terletak tidak jauh dari Istana Sultan Ternate, posisinya di bagian selatan-timur istana, namun, halaman masjid tidak berhubungan langsung dengan istana. Di bagian utara (belakang) masjid, terdapat benteng Oranye yang dibangun Belanda antara 1606-1607 M.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Arsitektur&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Arsitektur masjid ini menunjukkan adanya pengaruh Jawa, ditandai dengan hadirnya /soko guru/ yang menyangga atap puncak yang berbentuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt; piramidal, dengan kemiringan tajam seperti pada konstrukis /tajug./ Masjid ini juga memiliki serambi yang lebar, hampir selebar ruang sembahyang utama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Bahan atap masjid dbuat dari daun rumbia (pohon sagu). Atap masjid tersebut bertumpuk empat, dengan kemiringan yang tidak tajam, kecuali pada atap puncaknya. Di antara atap puncak dan atap bawahnya, terdapat celah kecil, namun tidak cukup untuk difungsikan sebagai ventilasi untuk masuknya udara dan cahaya ke dalam ruagan. Pada setiap sisi atap puncak, terdapat jendela atap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pada halaman depan, tepat pada sumbu garis mihrab, terdapat unit bertingkat. Di bawah unit bertingkat tersebut terdapat kolong, sementara bagian tasnya untuk tempat azan dan bedug. Unit ini berbentuk bujur sangkar, atapnya seperti atap ruang sembahyang utama, namun hanya dua lapis (tumpuk).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;" class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Mengingat usia masjid yang sudah begitu tua, sudah pasti masjid ini telah pernah direnovasi. Namun, data rinci mengenai proses renovasi ini belum didapat. Proses renovasi terakhir dilakukan pada tahun 1995. Saat itu, atap rumbia masjid diganti dengan seng, agar lebih tahan lama.***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/773729788234697399-4353564210999745336?l=gambesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gambesi.blogspot.com/feeds/4353564210999745336/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=773729788234697399&amp;postID=4353564210999745336' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/4353564210999745336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/4353564210999745336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gambesi.blogspot.com/2007/10/masjid-sultan-ternate.html' title='Masjid Sultan Ternate'/><author><name>Ternate Majang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11671305559163167775</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-773729788234697399.post-4875825710435262834</id><published>2007-10-10T07:43:00.001-07:00</published><updated>2007-10-10T07:56:03.287-07:00</updated><title type='text'>Ternate dan Sejarah Syi'ah (4-selesai)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoBlockText"  style="line-height: 150%; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Bukti bahwa Syi'ah pernah berpengaruh kuat di    Ternate dapat dilihat dari beberapa tradisi Islam yang bercorak Syi'ah. Di    sini hanya disebutkan beberapa tradisi&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;paling menonjol.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, tradisi Asyura berupa &lt;i&gt;ta'ziah&lt;/i&gt; dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;bubur&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;asyura.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ta'ziah&lt;/i&gt; adalah    adegan dramatis massal yang mencerminkan&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;seluruh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;episode&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kematian&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Imam Husein bin Ali bin Abi Thalib di Karbala, termasuk penyesalan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;kesiapan berkorban.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBlockText"  style="line-height: 150%; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Di Ternate, &lt;i&gt;ta'ziah,&lt;/i&gt; disebut /&lt;i&gt;badabus/&lt;/i&gt;,    dilakukan secara demikian: Setelah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;narasi&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dilakukan&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;di suatu rumah atau gedung, para hadirin lalu menghujamkan benda tajam    semacam gardu ke dadanya secara berulang kali hingga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mencapai&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;kondisi &lt;i&gt;ekstase&lt;/i&gt;. Ritus ini dilakukan pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;1 Muharram atau pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;haul&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;seseorang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hari&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;ke-44. Orang Ternate memang tak melakukan ta'ziah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;selama&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;sepuluh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(1-10&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Muharram), namun sepanjang sepuluh hari itu, yang dipandang sebagai    hari musibah, orang Ternate dilarang melakukan berbagai hal yang mengandung    risiko.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBlockText"  style="line-height: 150%; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Anak-anak misalnya, dilarang memanjat  pohon atau memainkan permainan    "berbahaya". Mereka lebih dianjurkan berdiam di rumah. Seluruh    keluarga lalu membuat bubur asyura&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dibagikan&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;kepada tetangga dan kerabat dekat. Bubur asyura adalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bubur&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;santan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berisi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berbagai macam bahan seperti sayur, jagung,    ikan, telur ayam, kacang-kacangan, dan kentang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBlockText"  style="line-height: 150%; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Pesan yang terkandung    sebenarnya cukup jelas, bubur itu sendiri yang berwarna putih melambangkan kesucian    dan kemurnian hari asyura, sementara berbagai bumbu tersebut melambangkan rentetan    peristiwa yang terjadi pada hari itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBlockText"  style="line-height: 150%; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; &lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;ritus &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lailatulqadar&lt;/span&gt;. Tiga    hari sebelum lebaran Iedul Fitri, tiap malam rakyat membakar api unggun atau    obor di depan rumah masing-masing. Tradisi ini jelas berasal dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Persia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kuno.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kitab&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;-kitab &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Persia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; kuno mengenai &lt;i&gt;Naw    Ruz&lt;/i&gt; ( tahun baru), diceritakan bahwa perayaan api unggun merupakan adat    masyarakat, khususnya pada malam tahun baru. Api unggun yang secara tradisional&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dinyalakan&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;orang &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Iran&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; pada hari Rabu di akhir    tahun berasal dari kebiasaan purba. Orang &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Persia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; menghormati api karena    diyakini dapat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjernihkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;udara.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Pada zaman Daulah Umayah khususnya, segala hal yang berkaitan dengan Naw    Ruz dilarang. Tapi tradisi ini sanggup bertahan karena konon mendapat    pembenaran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Nabi Muhammad&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Imam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ali.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBlockText"  style="line-height: 150%; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Pada&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;zaman&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Islam,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Muslim&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Iran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyalakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lilin&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;sebagai simbol penghormatan pada api dan meletakkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Al-Qur'anul&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Karim&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;antara&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Haft-Sin&lt;/i&gt; (tujuh jenis sajian dengan huruf&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;'s' di meja) untuk menunjukkan penghormatan    pada kitab suci tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div face="verdana" style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBlockText"  style="line-height: 150%; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;,    orang Ternate akrab dengan khasanah kebudayaan Syi'ah. Ini bisa dilihat    dengan populernya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nama-nama yang    berkaitan dengan keluarga Nabi dan Imam Ali, seperti Ibrahim,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Qasim,&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Umi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kalsum&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(atau&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;kalsum&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saja),&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Fatmah&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;(Fatimah),&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Zainab,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ruqayah, Khadijah, Muhammad, Ali, Hasan,    dan Husein.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Juga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kisah-kisah&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;mengenai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kekuatan supranatural&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Imam Ali. Misalnya, dikisahkan bahwa suatu    hari minyak yang baru dibeli seorang anak tumpah di jalan berpasir. Ia    menangis karena takut dimarahi orang tuanya. Kebetulan Imam Ali lewat. Beliau    lalu mengambil pasir tempat tumpahnya minyak dan memerasnya. Hasilnya,    seluruh minyak yang tertumpah itu bisa diperoleh kembali secara utuh. Jelas,    ini merupakan tradisi Syi'ah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBlockText"  style="line-height: 150%; text-align: justify;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Tradisi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Syi'ah&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dikatakan di atas ternyata    masih dipraktikkan sebagian masyarakat sampai&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;sekarang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Namun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sejak kerajaan di sana pada pertengahan    abad ke-15 mulai menganut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;faham&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Aswaja, pengaruhnya berangsur-angsur pudar,    malah popularitasnya makin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;redup&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sejak&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;gerakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pembaruan Islam,    terutama yang dipelopori gerakan Muhammadiyah dan Wahabisme, masuk ke Ternate    pada abad ke-20 ini. Kalau tak ada gerakan kebangkitan kembali dan    pelestarian segenap budaya Islam tersebut, nampaknya tradisi-tradisi semacam    itu cepat atau lambat akan sirna seiring dengan perjalanan waktu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;    &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Wallahu    'alam bissawab&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 153);"&gt;Smith Alhadar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;            &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 83.6pt; text-indent: -17.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: rgb(51, 51, 153);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;1.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bahar Andili, .Profil Daerah Maluku Utara.,    &lt;b&gt;dalam&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Halmahera&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt; dan    Raja Ampat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;, LEKNAS-LIPI,    1980, hlm. 3. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 83.6pt; text-indent: -17.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;2.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Paramita R. Abdurrahman, .Kegunaan    Sumber-sumber Portugis dan Spayol&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;untuk Penulisan Sejarah Maluku Utara., &lt;b&gt;ibid., &lt;/b&gt;hlm. 250. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 83.6pt; text-indent: -17.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;3.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;M.C. Ricklefs, &lt;i&gt;Sejarah Indonesia Modern,&lt;/i&gt;    1981, hlm. 3. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 83.6pt; text-indent: -17.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;4.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mr. Hamid Algadri, &lt;i&gt;C. Snouch Hurgronje,    Politik Belanda terhadap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Islam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Keturunan Arab,&lt;/i&gt; 1984, hlm.    43. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 83.6pt; text-indent: -17.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;5.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Ibid.&lt;/i&gt;, hlm. 41. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 83.6pt; text-indent: -17.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;6.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Ibid.&lt;/i&gt;, hlm. 42. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 83.6pt; text-indent: -17.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;7.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hasan Muarif Ambary, .Persebaran dan    Signifikasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tinggalan Arkeologi di Ternate.,    &lt;b&gt;dalam&lt;/b&gt; &lt;i&gt;Ternate sebagai Bandar di Jalur Sutera&lt;/i&gt;, 1997. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 83.6pt; text-indent: -17.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;8.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Adrian B. Lapian, .Ternate sekitar Abad XVI    Menurut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Catatan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Antonio&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Galvao, Kapitan di Ternate 1536.1539., &lt;b&gt;dalam&lt;/b&gt; &lt;i&gt;ibid.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 83.6pt; text-indent: -17.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;9.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Willard&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;A.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hanna&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&amp;amp;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Des&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Alwi.,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Ternate&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;dan Tidore: Masa lalu penuh gejolak&lt;/i&gt;, 1996, hlm. 4-5. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 83.6pt; text-indent: -17.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;10. &lt;i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ibid&lt;/i&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 83.6pt; text-indent: -17.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;11. &lt;i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Muslims in the &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Philippines&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;, 1973, hlm. 42. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 83.6pt; text-indent: -17.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;12. &lt;i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ibid&lt;/i&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 83.6pt; text-indent: -17.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;13.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;M. Shaleh A. Putuhena, hlm. 264. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 83.6pt; text-indent: -17.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;14.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;A. Rahman Marasabessy, .Masuknya Agama    Islam di Ternate dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pandangan Tokoh-tokoh    di &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Ternate&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;: Sebuah telaah    pemurnian sejarah Islam di Ternate., &lt;b&gt;dalam&lt;/b&gt; &lt;i&gt;Ternate Sebagai Bandar    di Jalur Sutera&lt;/i&gt;, 1997, hlm. 39. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 83.6pt; text-indent: -17.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;15.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Algadri, op. cit., hlm. 39. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 83.6pt; text-indent: -17.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;16. &lt;i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;Islam di&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Aceh, Masuk dan Berkembangnya&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Hingga Abad XVI., &lt;b&gt;dalam&lt;/b&gt; &lt;i&gt;Sejarah Masuk dan Berkembangnya    Islam di &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;, 1989, hlm. 194-199. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 83.6pt; text-indent: -17.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;17. &lt;i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;Adakah Kerajaan Islam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Negara Islam Pertama di Asia Tenggara., &lt;b&gt;dalam&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;ibid., &lt;/i&gt;hlm. 143, 156-157. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 83.6pt; text-indent: -17.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;18. &lt;i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ensiklopedi Islam &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt; IAIN Syarif Hidayatullah, 1986. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 83.6pt; text-indent: -17.85pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;19.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;A.G. Muhaimin, .The Morphology of Adat, The    Celebration of Islamic Holy Day in North Coast of Java., Studi IslamikaV.    III, No.3, 1999, hlm. 109. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="margin-left: 1cm; text-indent: 37.35pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/773729788234697399-4875825710435262834?l=gambesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gambesi.blogspot.com/feeds/4875825710435262834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=773729788234697399&amp;postID=4875825710435262834' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/4875825710435262834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/4875825710435262834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gambesi.blogspot.com/2007/10/ternate-dan-sejarah-syiah-4-selesai.html' title='Ternate dan Sejarah Syi&apos;ah (4-selesai)'/><author><name>Ternate Majang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11671305559163167775</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-773729788234697399.post-4479029677832718367</id><published>2007-10-10T07:30:00.000-07:00</published><updated>2007-10-10T07:42:27.818-07:00</updated><title type='text'>Ternate dan Sejarah Syi'ah (3)</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Perlak    sebagai sebuah pelabuhan dagang yang maju dan&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;aman&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;abad&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;VIII, menjadi tempat&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;persinggahan&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kapal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dagang&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Muslim&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Arab&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Persia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;demikian, masyarakat Muslim di daerah ini mengalami perkembangan yang    cukup pesat, terutama sekali lantaran banyak terjadinya perkawinan di antara    saudagar Muslim dengan wanita-wanita setempat, sehingga melahirkan keturunan    Muslimin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari percampuran darah Arab dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Persia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;putri-putri&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Perlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ini membawa pada berdirinya kerajaan Islam Perlak pertama,    yakni pada hari selasa bulan Muharram, 840 M. Sultan pertama kerajaan ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;merupakan&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;keturunan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Arab&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Quraisy&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;bernama Maulana Abdul Azis&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Syah, bergelar Sultan&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Alaiddin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sayyid&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Maulana&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Abdul Azis Syah. Menurut Wan Hussein Azmi, pedagang Arab dan &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Persia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; tersebut termasuk    dalam golongan Syi'ah. Mereka menguasai&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Perlak hingga muncul pergolakan antara golongan &lt;i&gt;Syi'ah&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Ahl    Sunnah Wal Jama'ah&lt;/i&gt; (Aswaja) pada tahun 928 M. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBlockText"  style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Wan Hussein    Azmi mengaitkan kedatangan mereka dengan Revolusi Syi'ah yang terjadi di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Persia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tahun&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;744-747.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Revolusi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pimpin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Abdullah&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;bin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mu'awiyah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;masih keturunan Ja'far b. Abi Thalib. Bin Mu'awiyah telah menguasai    kawasan luas selama dua tahun (744-746) dan mendirikan istana di Istakhrah    sekaligus memproklamirkan dirinya sebagai raja Madian, Hilwan, Qamis, &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Isfahan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;, Rai, dan bandar besar    lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBlockText"  style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Tapi kemudian dihancurkan pasukan Muruan&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;di bawah pimpinan Amir bin Dabbarah tahun 746&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;pertempuran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Maru&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sydhan. Kemudian banyak pengikutnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang melarikan diri&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Timur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jauh.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBlockText"  style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Para&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; ahli sejarah    berpendapat, mereka terpencar di semenanjung &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Malaysia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Cina&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Vietnam&lt;/span&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Sumatera, termasuk ke Perlak. Bisa jadi, ada di antara mereka yang    kemudian meneruskan perjalanan ke &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Ternate&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;. Pendapat Wan Hussein    Azmi itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diperkaya dan diperkuat    sebuah naskah tua berjudul &lt;i&gt;Idharul&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Haqq&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;fi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mamlakatil Ferlah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;w'l-Fasi,&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karangan Abu Ishak Makarni al-Fasy, yang    dikemukakan Prof. A. Hasjmi.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBlockText"  style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;naskah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;diceritakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tentang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pergolakan&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;sosial-politik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di lingkungan    Daulah Umayah dan Abbasiyah yang kerap menindas partai Syi'ah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pada masa pemerintahan Khalifah Makmun bin    Harun al-Rasyid (813-833), seorang keturunan Ali bin Abi Thalib, bernama    Muhammad bin Ja'far Shadiq bin Muhammad Baqr&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;bin Zaenal Abidin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Husein&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;bin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ali&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bin&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Abi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Thalib,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memberontak&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;terhadap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Khalifah&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;yang berkedudukan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Baghdad&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan memproklamirkan dirinya sebagai    khalifah yang berkedudukan di Makkah. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBlockText"  style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Khalifah Makmun berhasil menumpasnya. Tapi    Muhammad bin Ja'far Shadiq dan para tokoh pemberontak lainnya tidak dibunuh,    melainkan diberi ampunan. Malah Makmun menganjurkan pengikut Syi'ah itu    meninggalkan negeri Arab&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;meluaskan&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dakwah Islamiyah&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ke&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;negeri&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Hindi,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Asia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tenggara, dan Cina.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBlockText"  style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Anjuran itu pun dipenuhi. Sebuah Angkatan Dakwah beranggotakan 100 orang pimpinan    Nakhoda&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Khalifah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang kebanyakan tokoh Syi'ah Arab, &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Persia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;, dan Hindi ---termasuk    Muhammab&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ja'far Shadiq--- segera bertolak ke timur    dan tiba di Bandar Perlak pada waktu Syahir Nuwi menjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;meurah&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;(raja)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Negeri&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Perlak. Syahir Nuwi kemudian    menikahkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ali bin Muhammad bin Ja'far    Shadiq dengan adik kandungnya, Makhdum Tansyuri.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBlockText"  style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Dari perkawinan ini lahir seorang putra    bernama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sayyid Abdul 'Aziz, dan    pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;1 Muharram 225&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;H&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;dilantik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Raja&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;dari kerajaan Islam Perlak dengan gelar Sultan Alaiddin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sayyid Maulana Abdul 'Azis Syah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBlockText"  style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Yang    Menarik dari kisah ini adalah munculnya nama Ali bin Muhammad bin Ja'far    Shadiq. Mungkin tokoh inilah yang dikaitkan secara serampangan oleh Naidah    dalam karyanya, berkaitan dengan proses pengislaman &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Ternate&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;. Naidah hidup di abad    ke-18, periode mana penulisan sejarah masuknya Islam ke Nusantara belum    banyak ditulis orang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBlockText"  style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Atau jangan-jangan ia sengaja memanipulasi informasi    dengan maksud menyaingi Perlak. Kesultanan Ternate sampai sekarang masih    mempertahankan pendapat bahwa Ternate lebih dulu masuk Islam ketimbang    negeri-negeri Islam di Aceh. &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Para&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; sejarawan yang dikutip    di atas mengatakan, Ali bin Muhammad bin Ja'far Shadiq kawin dengan putri    Perlak, dan putranya kemudian menjadi raja Perlak pertama. Sementara Naidah    dengan hanya menyebut nama Ja'far Shadiq mengatakan ia kawin dengan putri &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Ternate&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;, Nur Sifa, dan    putranya menjadi raja Ternate pertama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoBlockText"  style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: verdana;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Bisa jadi    kiprah pengikut Ahl al-Bait di Ternate bukan hanya berlangsung pada periode awal&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;---setelah mempertimbangkan laporan Naidah,    tapi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;juga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;periode&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke-2. Sedangkan pada    periode ke-3, seiring kejatuhan kekuasaan Syaikh Perlak pada abad ke-10,    jelas orang-orang Sunni-lah yang memainkan peran penting.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/773729788234697399-4479029677832718367?l=gambesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gambesi.blogspot.com/feeds/4479029677832718367/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=773729788234697399&amp;postID=4479029677832718367' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/4479029677832718367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/4479029677832718367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gambesi.blogspot.com/2007/10/ternate-dan-sejarah-syiah-3.html' title='Ternate dan Sejarah Syi&apos;ah (3)'/><author><name>Ternate Majang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11671305559163167775</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-773729788234697399.post-9168595260679940429</id><published>2007-10-10T06:15:00.000-07:00</published><updated>2007-10-10T06:22:13.549-07:00</updated><title type='text'>Ternate dan Sejarah Syi'ah (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Dalam    laporan lain, berdasarkan tradisi lisan setempat, pada abad VIII, empat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;orang Syeikh dari Irak tiba di Maluku    Utara. Mereka merupakan pemeluk Islam Syi'ah. Kedatangan mereka dikaitkan    dengan pergolakan politik di Irak, di mana golongan Syi'ah dikejar-kejar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penguasa&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Bani&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Umayyah maupun Bani Abbasiyah.   &lt;br /&gt;Mereka terdiri dari Syaikh Mansur yang kemudian menyiarkan Islam di Ternate    dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Halmahera&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;, Syaikh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yakub&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengislamkan Tidore dan    Makian, serta Amin dan Yakub yang berdakwah di Halmahera Tengah. Tapi, isi laporan ini pun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;harus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pula dicermati secara kritis, terutama    lantaran sulit dibuktikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di puncak gunung Gamalama dan Gunung Kie Besi    (Pulau Makian), memang terdapat kuburan-kuburan keramat yang dikatakan    sebagai makam Mansur dan Yakub. Namun, bagaimana bisa dipastikan bahwa makam-makam    tersebut milik kedua tokoh tersebut? Amin dan&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Umar,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tak meninggalkan jejak apapun,    disebut-sebut kembali ke Irak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBlockText" style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Adanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;laporan&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;berbeda ini memaksa kita untuk mendefinisikan pengertian masuknya Islam    ke suatu daerah. Paling tidak, terdapat tiga pengertian sekaitan dengan    masalah ini. &lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt; suatu daerah dikatakan telah masuk Islam bila di    dalamnya terdapat satu atau lebih&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;orang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;asing&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;beragama&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Islam.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, bila di    daerah tersebut sudah terdapat&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;satu atau    lebih penduduk asli menganut Islam. &lt;i&gt;Ketiga,&lt;/i&gt; bila Islam telah melembaga    di daerah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBlockText" style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Berdasarkan definisi ini, kita dapat merekonstruksi    proses Islamisasi di Ternate ke&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tiga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;periode. Periode awal berlangsung sejak    pertengahan abad VIII, di mana orang Arab dan Persia Muslim Syi'ah membeli    cengkeh dan pala&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di Maluku untuk    dijual ke Eropa melalui pelabuhan &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Baghdad&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;. Orang Muslim    Perlak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang menganut Syi'ah pun sudah    berperan dalam periode ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBlockText" style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Sebagai masyarakat sebuah kerajaan yang&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sedang berkembang, tentunya cengkeh dan    pala menjadi komoditas yang&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dicari&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pelabuhan Perlak, yang hingga abad ke-9    merupakan kerajaan Syi'ah. Masuknya mereka ke Maluku, setidaknya memberi    pengaruh kepada penduduk setempat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBlockText" style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Periode kedua dimulai &lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;sejak abad ke-12, di mana penyiaran Islam    telah disampaikan ke kalangan penduduk. Yang ikut berperan&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dalam&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;periode&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;orang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Muslim&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Cina,&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;selain&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Arab&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Persia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ini ditandai dengan    mulai digunakannya nama-nama Arab-Islam oleh para raja di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Maluku Utara. Periode ketiga yang dimulai    pada abad ke-15 berlangsung sejak penerimaan Islam oleh pihak elite    kesultanan. Zaenal Abidin adalah Sultan ke-19 yang&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menukar&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;agama jahiliyah dengan Islam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBlockText" style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Yang&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;paling banyak memainkan peran penting dalam periode ini adalah para    muballigh Jawa yang menganut faham Ahlussunnah Waljamaah. Kedatangan orang Muslim Arab dan &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Persia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; berfaham Ahl al Bait    ini berkaitan dengan terjadinya pergolakan sosial-politik di wilayah daulah    Umayah dan kemudian daulah Abbasiyah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBlockText" style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Ini bukan    sesuatu yang mustahil, sebab sejak awal Syi'ah telah&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;masuk&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ke&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Nusantara. Sebuah monumen    ditemukan &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;di Champa&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Vietnam&lt;/span&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;, yang terdiri dari    batu nisan yang dibuat tahun 1039 serta sebuah tiang batu dengan aksara Arab    bertarikh 1025-1035.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBlockText" style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;M.P. Ravaisse&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyelidiki&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tulisan tersebut mengatakan bahwa tampaknya    isi dokumen ini menunjukkan bahwa di tempatnya ditemukan, sejak abad XI&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terdapat&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;sebuah masyarakat &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;. Mereka lain dari    penduduk asli. Paham keagamaan dan adat istiadatnya juga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berbeda. Kakek moyang mereka mestinya tiba    satu abad sebelumnya. &lt;/span&gt;&lt;st1:street&gt;&lt;st1:address&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:address&gt;&lt;/st1:street&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBlockText" style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;st1:street&gt;&lt;st1:address&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Menurut Dr&lt;/span&gt;&lt;/st1:address&gt;&lt;/st1:street&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;. S.Q.Fatimi,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mereka&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;adalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;orang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Arab&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Syi'ah.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lebih&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;jelas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dikemukakan&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Wan Hussein&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Azmi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menurutnya,&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;semenjak kerajaan Islam berdiri di Taj    Jihan pada pertengahan abad VII, Islam makin berkembang di Sumatera    Utara&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;setelah saudagar Muslim Arab    datang ke Nusantara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBlockText" style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Di samping itu, dengan dibukanya negeri Persia oleh kaum    Muslimin pada 650H, orang-orang Persia dengan penuh suka cita berduyun-duyun masuk    Islam dan banyak darinya yang hijrah ke Nusantara. Di antara keluarga &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Persia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; yang berimigrasi ke    Nusantara terdapat keluarga Javani, Lor, Sabankarah, dan Asyraf. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBlockText" style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Di samping    itu terdapat satu faktor utama yang menyebabkan saudagar Muslim Arab dan Persia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bercokol&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sumatera&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Utara&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;pada abad ke-7, yaitu terhalangnya jalur pelayaran yang mereka tempuh    melalui Selat Malaka akibat disekat armada&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Budha&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sriwijaya sebagai balasan    serangan tentara Islam ke kerajaan Hindu di Sind, India,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;zaman pemerintahan Khalifah al-Hadi (775-785 M).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBlockText" style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Maka, terpaksa    kapal-kapal Arab dan &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Persia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; menempuh pelayaran    melalui Sumatera Utara terus ke pesisir barat Sumatera, kemudian masuk Selat    Sunda melalui Singapura menuju Kanton, Cina. ***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/773729788234697399-9168595260679940429?l=gambesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gambesi.blogspot.com/feeds/9168595260679940429/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=773729788234697399&amp;postID=9168595260679940429' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/9168595260679940429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/9168595260679940429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gambesi.blogspot.com/2007/10/ternate-dan-sejarah-syiah-2.html' title='Ternate dan Sejarah Syi&apos;ah (2)'/><author><name>Ternate Majang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11671305559163167775</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-773729788234697399.post-7640052046011368086</id><published>2007-10-10T06:02:00.000-07:00</published><updated>2007-10-10T06:13:57.495-07:00</updated><title type='text'>Ternate dan Sejarah Syiah (1)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoBlockText" style="line-height: 150%; font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Disepakati&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bahwa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;proses&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Islamisasi di Nusantara berlangsung seiring dengan kegiatan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dagang&lt;span style=""&gt;,     &lt;/span&gt;antara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berbagai komunitas yang    mendiami pulau-pulau di Indonesia dengan orang &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Arab&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Persia&lt;/span&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Gujarat&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;, dan Cina. Ini telah    berlangsung sejak berabad-abad lalu.&lt;span style=""&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBlockText" style="line-height: 150%; font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Prof&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;L.W.C. van den Berg    menyatakan, kepulauan &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; telah didatangi orang    Arab dari Teluk &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Persia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; dan Laut Merah sebelum    zaman Islam. Tapi Nusantara baru mencapai puncak keramaian pada zaman    Kerajaan Bani&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Abbas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(sekitar&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;800-1300&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;M). Jalur perdagangan    yang ditempuh waktu itu adalah Teluk &lt;/span&gt;&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Persia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;, Cina , dan    Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBlockText" style="line-height: 150%; font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; G.R. Tibbets mengatakan, pada abad VIII dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;IX&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;terdapat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;laporan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pedagang&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Arab Muslim yang menunjukkan adanya rute pelayaran yang pasti melalui    pelabuhan laut Asia Tenggara,&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;terus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bersambung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hingga&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;ke negeri Cina. Seorang ahli sejarah Muslim mencatat bahwa hubungan    timbal balik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;antara orang Cina dan    Arab paling awal terjadi pada abad ke-5.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBlockText" style="line-height: 150%; font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; Prof. Wan Hussein Azmi, guru&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;besar&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Universitas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kebangsaan Malaysia,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengatakan&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;sekitar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;abad&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;VII,&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;saudagar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Arab&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hilir&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;mudik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berniaga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Jazirah Nusantara. Ia menegaskan Islam telah masuk ke Nusantara sejak    abad&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke-1&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hijrah, langsung dari tanah Arab.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBlockText" style="line-height: 150%; font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Barang-barang Indonesia seperti emas, lada, kapas, madu, rotan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;serta&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;kayu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cendana,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dibeli&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;para&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pedagang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Muslim&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dijual&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;pasar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Timur Tengah, Laut    Tengah, dan Cina. Memang pada abad ke-15, jaringan perdagangan &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Asia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;, dengan Malaka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai pusat, merupakan kawasan    perdagangan yang canggih dan luas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBlockText" style="line-height: 150%; font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Tapi Malaka tak cuma berperan sebagai sentra    perdagangan &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Asia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;. Tapi juga&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;dianggap sebagai pusat penyebaran Islam di Asia Tenggara. Dari sini    kemudian Islam menyebar ke daerah&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;utara,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pantai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;timur&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;hingga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;selatan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pulau&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Sumatera,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;pesisir&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;utara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pulau Jawa dan Kalimantan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBlockText" style="line-height: 150%; font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Maluku atau &lt;i&gt;spice    islands&lt;/i&gt;, dengan Ternate sebagai sentrum, baru menjadi bagian dalam    jaringan perdagangan Malaka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;abad&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;ke-15.(7)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Cengkeh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan pala merupakan komoditas yang diincar    para pedagang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jawa, Melayu, Arab,    Cina, dan Persia untuk dijual di pasar Malaka, Jawa, atau dilego langsung ke    pasar Timur Tengah dan Laut Tengah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBlockText" style="line-height: 150%; font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Fenomena ini kemudian menimbulkan    spekulasi para sejarawan bahwa Islam mulai masuk ke Ternate pada abad    ke-15,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kejayaan&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Malaka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mencapai puncaknya.&lt;span style=""&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBlockText" style="line-height: 150%; font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Antonio&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Galvao (1536-1539), kapten benteng&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Portugis di Ternate, mencatat bahwa Ternate memeluk Islam yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;disebarkan&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Malaka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;1460, mengingat terdapat jalur perdagangan melalui utara, yaitu jalur    Ternate-Sulawesi Utara-Sulu-Brunei-Malaka.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sini Galvao memperoleh    keterangan langsung dari masyarakat Ternate sendiri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBlockText" style="line-height: 150%; font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Rijali,    pencatat peristiwa pada awal zaman Maluku yang hidup di &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Ambon&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; pada awal abad ke-17,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyusun sebuah dokumen dalam bahasa Arab    berdasarkan kisah-kisah tradisional. Pada mulanya (sekitar abad ke-13),    demikian Rijali.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ternate&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dihuni&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;orang-orang dari Jailolo (Halmahera Utara). Selama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;250&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;tahun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berikutnya,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masih&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;menurut Rijali, suku Molematiti di Ternate, dan dinasti dari 20    penguasa berikutnya, memimpin transformasi bertahap penduduk Ternate dari    manusia kafir tak beradab menjadi pengikut Nabi Muhammad saw.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBlockText" style="line-height: 150%; font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; Kemajuan    besar pertama terjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada masa&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kekuasaaan Raja Gapi Baguna (1432-1465),    yang mengundang saudagar&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Cina,&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Arab,&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jawa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk menetap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Ternate&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memanfaatkan pengetahuan serta keterampilan    mereka yang unggul. Ia lalu terpesona oleh seorang saudagar Muslim dari Jawa,    Maulana Husein, yang kemudian membimbingnya bersama pejabat Istana lain,    masuk Islam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBlockText" style="line-height: 150%; font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; Menurut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Cesar Adib    Majul, Islam masuk ke Ternate pada tahun 1478,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yakni&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;berbarengan&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dengan jatuhnya    kerajaan Majapahit. Selanjutnya ia mengatakan bahwa Islam dibawa para muballigh    dari&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Jawa. Dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;keterangan&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terlihat ada perbedaan pendapat mengenai asal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;usul&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;masuknya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Islam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Ternate&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBlockText" style="line-height: 150%; font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Galvao mengatakan,    Islam yang masuk ke &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; berasal dari Malaka.    Sementara Rijali dan Cesar berpendapat dari Jawa. Namun periode masuknya    kurang lebih sama, yaitu paroh pertama abad VX. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBlockText" style="line-height: 150%; font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Namun,    Naidah dalam sejarah Ternate-nya menyatakan, kawasan ini telah masuk Islam sejak    abad ke-13. Pembawanya adalah Ja'far Shodiq yang tiba di Ternate dari Jawa    pada Senin, 6 Muharram 643 H/1250M. Ja'far Shadiq yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nasabnya&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;dihubungkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan Imam Ali bin    Abi Thalib, kawin dengan putri setempat bernama Nur Sifa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBlockText" style="line-height: 150%; font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Sebelumnya, Ja'far&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Shadiq pernah kawin di Jawa dan memperoleh    10 anak. Dari perkawinan dengan &lt;/span&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Nur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sifa&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;ia&lt;/span&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt; memperoleh empat putra    dan empat putri. Salah satu putranya, Mansur Malamo, di tetapkan sebagai raja    pertama Ternate, setelah berhasil mempersatukan empat kelompok masyarakat    Ternate yang suka berperang itu. Raja&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;pertama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memerintah sejak 1257-1277. Tiga putra    lainnya berkuasa di pulau Tidore, Bacan, dan Jailolo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Laporan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Naidah&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terbilang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menarik&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;lantaran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mempresentasikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ja'far&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Shadiq, Muharram, dan Ali bin Ali Thalib, yang kesemuanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;merupakan&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;bagian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;wacana Syi'ah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Namun&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;harus di pandang secara kritis berdasarkan    kenyataan berikut. &lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama&lt;/i&gt;, laporannya&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;tidak bersumber dari bahan tertulis atau didukung hipotesis yang logis&lt;i&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kedua&lt;/i&gt;, ia bekerja sebagai pejabat    istana Ternate, yang dengan sendirinya, menjaga kepentingan kerajaan.    Sebagaimana diketahui,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;persaingan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memperebutkan hegemoni di antara empat    kerajaan di Maluku itu melibatkan pula agama dan Ahl&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;al Bait. Kedua unsur ini agaknya menjadi    faktor legitimasi bagi kepemimpinan politik di Maluku, bahkan juga di    kerajaan-kerajaan Islam lain di nusantara&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;seperti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Aceh,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jawa,&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;dan &lt;/span&gt;&lt;st1:place style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Kalimantan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: verdana;"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, klaim    sebagai pihak yang lebih dulu masuk Islam serta faktor Ahl&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;al Bait&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;menjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sumber legitimasi    tersebut. Toh, Tidore, Bacan, dan Jailolo juga mengklaim&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;pihak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang paling duluan masuk    Islam serta menghadirkan tokoh keturunan Nabi Muhammad. (dari google.co.id)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/773729788234697399-7640052046011368086?l=gambesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gambesi.blogspot.com/feeds/7640052046011368086/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=773729788234697399&amp;postID=7640052046011368086' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/7640052046011368086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/7640052046011368086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gambesi.blogspot.com/2007/10/ternate-dan-sejarah-syiah-1.html' title='Ternate dan Sejarah Syiah (1)'/><author><name>Ternate Majang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11671305559163167775</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-773729788234697399.post-8826695496900611247</id><published>2007-10-10T05:55:00.000-07:00</published><updated>2007-10-10T06:01:37.263-07:00</updated><title type='text'>Ternate</title><content type='html'>&lt;p class="MsoBlockText" style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Ternate cuma merupakan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt; kecil yang terletak di    lereng gunung Gamalama. Keliling gunung&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cuma&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;42&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;km.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Radiusnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tak lebih dari 10 km. Kendati demikian,    dengan populasi&lt;span style=""&gt; sekitar  &lt;/span&gt;120.000 jiwa ini,    Ternate termasuk kota paling ramai di&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Maluku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sesudah Ambon. Karena    itu, sejak Maluku Utara menjadi propinsi tersendiri pada Oktober 1999, Ternate    terpilih sebagai ibukotanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBlockText" style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;Maluku Utara adalah daerah kepulauan yang    terdiri dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;353 pulau, dengan luas    daratan 32.000 km persegi,serta di atas perairan seluas 107.382 km persegi.    Wilayah ini di bagian utaranya berbatasan dengan Samudra Pasifik, selatan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Laut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Seram,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;timur&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Laut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Halmahera,&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;barat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pulau Sulawesi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBlockText" style="line-height: 150%; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kendati    kecil, Ternate pernah memainkan peran penting di kawasan Timur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Nusantara dari abad ke-13 sampai abad    ke-17. Sebagai kerajaan &lt;i&gt;primus interpares&lt;/i&gt; dari kerajaan-kerajaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Islam&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;di Maluku ---bersama kerajaan Tidore, Bacan, dan Jailolo, wilayah kekuasaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ternate&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;era&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sultan Baabullah (1570-1583) pernah    membentang dari Mindanao&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;(sekarang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bagian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Filipina)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;utara&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;sampai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bima&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;selatan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ke&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;barat meliputi Sulawesi Utara dan Sulawesi    Tenggara.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;    &lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Mayoritas    penduduk Ternate menganut Islam Sunni. Namun tak bisa dipungkiri, terdapat pula    sejumlah praktik keagamaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang    berakar dari tradisi Syi'ah. Dalam hal ini, Syi'ah memiliki arti kelompok,    partai, atau pengikut. Kata ini merujuk pada pengikut Ali bin Abi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Thalib&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;sebagai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pemimpin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pertama&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Ahl&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;al-Bait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali    masalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;imamah,&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;antara kaum&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Syi'ah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ahl    Sunnah Wal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jama'ah hampir tak terdapat    perbedaan. Tak diketahui siapa dan kapan praktik-praktik Syi'ah ini, seperti &lt;i&gt;ta'ziah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;dan perayaan &lt;i&gt;'asyura,&lt;/i&gt; masuk ke &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;. Artikel ini mencoba    menelusuri&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jejaknya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berdasarkan&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;catatan sejarah dan pengalaman sendiri sebagai orang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Ternate&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;. Kajian ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tentu&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;saja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;belum memadai, tapi    mudah-mudahan berguna sebagai langkah awal menuju penelitian lanjutan yang    lebih komprehensif. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(dikutip dari google.co.id)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/773729788234697399-8826695496900611247?l=gambesi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://gambesi.blogspot.com/feeds/8826695496900611247/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=773729788234697399&amp;postID=8826695496900611247' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/8826695496900611247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/773729788234697399/posts/default/8826695496900611247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://gambesi.blogspot.com/2007/10/ternate.html' title='Ternate'/><author><name>Ternate Majang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11671305559163167775</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
